Massa Tolak Mentah-Mentah Ajakan Mediasi Oleh PT.Lonsum

Ratusan massa lalkukan aksi damai depan PT.lonsum, dengan membawa bendera merah putih.

SILAMPARI ONLINE,

MURATARA – Massa berkisaran sekitar 300 jiwa yang tergabung dalam Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (Serbundo), lakukan aksi damai di depan gerbang perusahaan PT. Lonsum,massa menuntut atas keputusan yang di ambil secara sepihak. Ratusan massa yang melakukan aksi demo tersebut, mendatangi perusahaan Pt.Lonsum dan melakukan aksi damai dari beragai Daerah dalam wilayah Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Muat Lebih

Kedatangan rombongan buruh tersebut menggunakan Sepeda motor maupun kendaraan roda empat, dan melakukan aksi damai menggunakan penguat suara di depan gerbang PT.lonsum.( Selasa,18/2/2020)

Dalam tersebut Rinto Simamorang selaku ketua Kordinator Aksi dan sekaligus Ketua dari (DPC);Sirbundo Muratara, langsung menyampaikan peryataan sikap dan tututan pekerja anggota Sirbundo PT. Lonsum terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak, pakaian kerja yang belum diperbaiki, pemaksaan (Diwajibkan) PKWT, pemutusan hubungan kerja PKWT dan tanpa adanya pesangon.

Dalam aksinya juga dirinya mendesak pihak perusahaan secara terbuka memberikan penjelasan maupun penyelesai terhadap tuntutan massa. “Sesuai kesepakatan jika tidak ada kesepakatan dan keputusan pihak perusahaan menyelesaikan permasalahan ini maka kami akan bertahan disini,Dan untuk sementara akan melumpuhkan aktivitas perusahaan sebelum adanya keputusan dari pihak pimpinan PT. Lonsum,” Tegas ia.

Kemudian hal Serupa disampaikan oleh Nurhani salah satu mantan pekerja yang mana dirinya bekerja sebagai mandor pembibitan di PT.Lonsum. “Saya suda bekerja sejak tahun 1994 kemudian di tahun 2019 lalu saya diberhentikan oleh pihak perusahaan secara sepihak dan tanpa sebab. Selain itu juga saya diberhentikan tanpa adanya pesangon yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan,” papar ia mengimbuhkan, dirinya bersama tenaga kerja lainya melakukan aksi damai untuk menuntut pihak perusahaan. Agar dapat merialisasikan apa yang menjadi kewajiban perusahaan terhadap tenaga kerja yang selama ini telah dipekerjakan selama puluhan tahun.

Sementara itu saat di konfirmasi terpisah, oleh Maneger Pt. Lonsum Syahril, sempat menemui sejumblah massa dan meminta mediasi dan audiensi perwakilan dari massa didalam ruangan untuk menyampaikan tuntutan mereka. “Saya juga disini senagai pekerja, jadi lebih baik kita lakukan audiensi didalam ruangan perwakilan dari massa untuk menyampaikan tuntutan. Dan akan kami sampaikan apa yang menjadi tuntutan kepada pimpinan di Pusat (Jakarta),” ungkap Syahril. Namun sayangnya, solusi yang diminta oleh pihak perusahaan ditolak mentah-mentah oleh ratusan massa agar dapat diselesaikan dilapangan agar apa yang menjadi keputusan dapat didengar secara bersama.

penulis : Apriansyah
Editor : Agus Hubya H