Masyarakat Empat Lawang Minta Ampun

BERADA : Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad berada di tengah-tengah Jamaah Shalat Istisqa yang digelar di Lapangan Pemkab Empat Lawang, Kamis (12/9/2019). Foto : Diah Anggraini/HS.

□ Gelar Shalat Istisqa di Lapangan Pemkab

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Empat Lawang, HM Makki mengajak jamaah Shalat Istisqo untuk mohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah dilakukan. Sebab kata dia, terjadinya kemarau panjang tak lepas dari ulah manusia itu sendri hingga membuat keseimbangan alam berubah.

“Kemarau telah berdampak terhadap umat manusia. Sudah banyak saudara-saudara kita yang kesulitan air bersih, tanaman-tanaman mengering bahkan kita juga terancam krisis energi listrik karena debit air sungai mengecil membuat air sungai tak mampu lagi memutar generator pembangkit listrik tenaga air,” ungkap HM Makki saat menyampaikan Khutbahnya pada pelaksanaan Shalat Istisqa di lapangan Pemkab Empat Lawang, Kamis (12/9/2019).

Disamping itu, lanjut dia, bencana kabut asap yang melanda pejuru negeri, dampak dari kebakaran hutan, telah membuat masyarakat yang terdampak menjadi menderita. Melalui kesempatan ini, dia mengajak para Jamaah untuk merenung dan bertobat atas segala kesalahan yang telah diperbuat.

“Mari kita berdo’a, bermunajat kepada Allah agar diturunkan hujan yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Bukan hujan yang membawa petaka yang menyebabkan bencana,” ajaknya.

Sementara itu, Staf Khusus Bupati Empat Lawang, KH Abdullah Makki mengingatkan Jamaah agar menjadikan Shalat Istisqa bukan semata-mata minta hujan. Namun untuk meminta ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat.

“Ini bukan Shalat minta hujan, tapi minta ampunan Allah,” ujarnya.

Diketahui, pelaksanaan Shalat Istisqa yang digelar di lapangan Pemkab Empat Lawang, diikuti ratusan masyarakat Kabupaten Empat Lawang, dihadiri Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Sejauh ini, warga Kabupaten Empat Lawang, merasakan kekeringan selama 2 bulan terakhir. Bahkan, dampak dari musim kemarau kali ini, warga sudah banyak yang turun ke Sungai Musi, hanya untuk sekedar mandi dan mencuci serta mengambil air untuk keperluan rumah tangga.

Pemka Empat Lawang sendiri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, sejak beberapa hari yang lalu telah mendistribusikan air bersih menggunakan armada Pemadam Kebakaran berkapsitas lima ribu liter ke sejumlah pemukiman yang rawan krisis air bersih.

Menurut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Empat Lawang, Harry Pratama, kedepanya masih akan ada titik lokasi yang akan di salurkan air bersih secara gratis, Namun demikian diapun berharap agar kondisi atau cuaca panas ini tidak berlarut-larut, karena akan berdampak meluasnya krisis air bersih. (KHS-05)