oleh

Masyarakat Kecewa, Seketika Keputusan KPU Berubah

-Muratara, Politik-290 Dibaca

Silampari Online,

MURATARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menegaskan, pleno KPPS yang di lakukan di kantor KPU Muratara tetap dilanjutkan berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Muratara.

Hanya saja pleno yang di lakukan hanya menghitung C1 pleno arau C1 hologram, tidak seperti sebelumnya, penghitungan ulang surat suara.

Pantauan Harian Silampari di lapangan, pleno dilakukan sejak beberapa hari yang lalu, sejak terjadinya blokade jalan lintas sumatera-selatan (Jalinsum) tepatnya di desa Maur juga di ketahui sebelumnya sempat terjadi blokade di jembatan Mandang Kecamatan Rupit, sehingga muncullah rekomendasi Bawaslu untuk penghitungan ulang di setiap TPS dalam wilayah Kecamatan Rupit juga kecamatan lainnnya.

Setelah terjadinya bentrok saat penghitungan suara hari Minggu (5/5) pukul 23.00, maka pada hari Senin (6/7) kembali pleno di lakukan walaupun hanya menghitung hasil C1 Pleno atau C1 Hologram.

Ketua KPU Kabupaten Muratara Agus Mariyanto melalui Divisi Hukum dan Pengawasan Handoko saat menemui massa mengatakan, mengingat pada 7 Mei tahapan akan habis maka KPU Muratara akan bertindak tegas, terkait penghitungan ulang surat suara di setiap TPS, ia putuskan pleno yang di lakukan kali ini hanya menghitung C1 Pleno atau CI Hologram.

“Setiap parpol hanya bisa menugaskan 1 saksi dan tidak boleh lebih, demi untuk ketenangan dan kenyamanan saat pleno berlangsung, termasuk wartawanpun tidak kami izinkan untuk mengikuti pleno, nanti setelah pleno slesai silahkan ambil dokumen juka di perlukan.”ungkap ia.

Lanjut ia, pihak KPU tidak bisa melanjutkan rekomendasi dari Bawaslu untuk melakukan penghitungan ulang surat suara, pihak ia hanya melakukan penghitungan ulang berdasarkan C1 Pleno atau C1 Hologram.

“Sikap tegas ini kami ambil, kami siap mempertanggung jawabkan segala resiko atas dari semua keputusan yang di lakukan, karena tahapan akan selesai pada 7 Mei 2019.”cetus ia.

Sementara salah satu saksi yang berinisial (D) mengatakan, ia kecewa atas apa yang sudah di putuskan KPU Muratara, di ketahui sebelumnya pleno di lakukan dengan penghitungan ulang surat suara dan itu sudah di lakukan sejak beberapa hari sebelumnya.

“Hari ini saya kecewa kenapa keputusan KPU Muratara berubah seketika, jika pleno penghitangan ulang C1 atau C1 halogram di lakukan, maka kembali akan banyak pihak yang di rugikan, karena kenapa,”perlu saya jelaskan pleno penghitungan surat suara yang di lakukan beberapa¬† hari sebelumnya, hasil C1 Pleno atau C1 Hologram tidak sesuai dengan hasil hitung ulang surat suara, ini ada apa.

“Saya hanya berharap kepada pihak KPU Muratara atau instansi terkait lainnya, kiranya dapat berlaku adil, jika sudah di sepakati hitung ulang surat suara, lakukanlah, jangan terkesan di beda-beda, suara rakyat jangan di permainkan,”pungkasnya. (HS-04).¬†