oleh

Mayoritas Desa di Muara Kelingi Belum Realisasikan Pendataan SDGs

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Pemutakhiran data berbasis SDGs Desa yang di gaungkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam mengimplementasikan pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data telah mulai direaliasikan termasuk di Kecamatan Muara Kelingi. Namun, dari 20 Desa di Kecamatan tersebut baru 4 Desa yang telah selesai melaksanakan.

Pemutakhiran data berbasis SDGs Desa merupakan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) yang lebih detail dan lebih mikro, sehingga bisa memberikan informasi lebih banyak dan sebagai proses perbaikan, karena terdapat pendalaman data-data pada level RT, keluarga, dan warga.

Camat Muara Kelingi Firdaus melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa /Kelurahan Efendi mengatakan sedikitnya 4 Desa sudah menyelesaikan sensus pemutakhiran data berbasis SDGs Desa.

“Kecamatan Muara Kelingi terdapat 20 Desa dan baru ada 4 Desa yang telah menyelesaikan SDGs Desa,”kata Efendi saat diwawancarai Silampari Online, Kamis (10/6/2021).

Dikatakannya, adapun Desa yang telah menyelesaikan SDGs diantaranya Desa Tugu Sempurna, Marga Sakti, Petransjaya, Mandi Aur, Binjai, dan Desa Mekar sari. Sedangkan 14 Desa yang belum menyelesaikan SDGs Desa yaitu Desa Beliti Jaya, Bingin jungut, Karya Mukti,  Lubuk Tua, Tanjung, Sukamenang, Pulau Panggung, Karya Teladan, Temuan Jaya, Temuan Sari, Mangan Jaya, Lubuk Muda, dan Desa Karya Sakti.

“Bagi Desa yang belum menyelesaikan sensus SDGs kita akan berikan batas waktu terakhir hingga tgl 16 Juni, jika dalam batas waktu tersebut tidak selesai maka pihak Kecamatan tidak bertanggung jawab terhadap proses penyusunan program kerja Desa,”terangnya.

Terlepas dari itu, SDGs merupakan program Desa dan pihak Kecamatan hanya melakukan pendampingan saja. Sehingga semua resiko dan pertanggungjawaban pelaksanaan ada di Desa. (Musyanto)