Medco E&P Mengenalkan Hulu Migas Kepada Generasi Milenial

SILAMPARI ONLINE,

BETUNG,– Sebagai sarana mensosialisasikan kegiatan perusahaan, sarana sosialisasi langsung pekerja ke masyarakat dan penyampaian informasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja di wilayah kerja perusahaan, SKK Migas – Medco E&P Indonesia menggelar Hulu Migas Road to School di SMA Negeri 1 Betung, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin (10/3/2020).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diikuti oleh 100 pelajar sekolah menengah atas berlangsung dengan tertib dan menjadi perhatian bagi peserta yang hadir.

Dalam kegiatan ini, pelajar diberikan pengetahuan mengenai hulu migas, bahaya NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif) dan cara penggunan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Betung Yusrizal, S.pd., MM menyampaikan apresiasinya kepada KKKS Medco E&P Indonesia yang telah menggelar acara ini, dan mengapresiasi minat peserta didik yang hadir pada kegiatan ini. “Harapan Saya, peserta agar proaktif dalam kegiatan ini dan memperhatikan setiap materi yang disampaikan oleh narasumber, jangan sampai setelah mengikuti kegiatan ini tidak ada ilmu yang didapat oleh siswa/i mengingat kegiatan seperti ini jarang sekali dilakukan dan juga mengingat pemutakhiran dalam kurikulum belajar mengajar di Indonesia terus terjadi, sehingga para siswa/i harus cepat beradaptasi. Begitupun dengan kegiatan sosialisasi diluar kurikulum sekolah, harus benar-benar diperhatikan agar menjadi ilmu dan wawasan para peserta” tegasnya.

Lead of HSE Rimau, Chandra yang mewakili Operations Manager of Rimau menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi edukasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh KKKS Medco E&P dalam rangka memberikan wawasan dan pengetahuan kepada generasi muda mengenai seluk beluk kegiatan hulu migas dengan sasaran pelajar tingkat Menengah Atas. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi. Chandra memberikan gambaran singkat mengenai operasi KKKS Medco E&P pada wilayah tersebut dan juga memberikan motivasi kepada para siswa agar lebih giat belajar untuk menggapai cita-cita dengan tidak membuang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna.

Dengan adanya praktek penggunaaan APAR dimana pelajar secara langsung dapat mencoba menggunakan APAR dan tanya jawab mengenai bahaya NAPZA yang dipandu oleh Dwi Ragil Setiadi dan Muhammad Nizar dari BNN Provinsi Sumatera Selatan meningkatkan antusiasme dari peserta yang hadir. (***)