Melawan, Perampok Didor

Foto : Rian/PP CURAS : Dua tersangka curas, Aldo dan Angga digiring petugas ketika release di Mapolres dipimpin Kapolres Prabumulih, I Wayan Sudarmaya SH SIk MH, kemarin.

SILAMPARI ONLINE

Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) terjadi wilayah hukum Polres Prabumulih, khusus Polsek Prabumulih Timur terjadi di Jalan Lingkar dan Jalan Lintas Baturaja berhasil diungkap. Aksi tersangka para tersangka curas ini, sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Nanas ini. Khususnya, supir truk menjadi sasaran komplotan tersebut. Modus digunakan tersangka, mengancam korban dengan senpi dan sajam.

Muat Lebih

Dua tersangkanya, Aldo Pratama (19), warga Dusun II Desa Sukamerindu, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim dan Angga Ario Saputra (25), warga Jalan Baturaja Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Timur. Terungkapnya, kasus ini tidak terlepas kerja keras aparat atau petugas melakukan lidik. Sehingga, berhasil menangkap kedua tersangka. Pertama kali ditangkap Aldo, di kampung tengah nongkrong di lapangan bola pada Selasa lalu, 1 Oktober lalu, sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan hingga akhirnya digiring ke Polsek Prabumulih Timur. Selain Aldo, petugas juga berhasil menangkap tersangka lain, Angga. Senin lalu (7/10), sekitar pukul 02.00 WIB dekat SMKN 2 tengah mangkal. Angga tersendiri terpaksa ditembak kaki kanannya, dua lubang. Karena, diduga hendak melawan petugas dan kabur dari tangkapan petugas.

Kepada awak media, Aldo mengaku, sudah melakukan aksi curas sebanyak 2 kali. “Baru sekali inilah, duo kali sopir diancam pake supir. Supaya, nyerah duit Rp 600 ribu dan Rp 1,7 juta,” terangnya. Berbeda dengan Aldo, Angga telah beraksi selama 2 tahun. Dan, beraksi 140 kasus curas terhadap sopir truk. “Aku nodonh pake piso, kawan aku pake senpi. Lagi buron dio sekarang. Dua bulan, 15 kasus,” akunya.

Akunya, hasil aksinya mendapatkan uang dan HP. Hasil kejahatannya itu, dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Getah murah pak, jadi kami merampok. Sasaran kami, memang supir truk melintas di Jalan Lingkar dan Jalan Baturaja,” tukasnya. Lanjutnya, setiap kali beraksi tidak sendiri sekitar 4-5 orang. Punya peran masing-masing, ada mencegat dan menodongkan senjata dan lainnya. “Sehari pacak 1-2 kali beraksi, hasilnya pacak Rp 500 ribu sampe sejuta. Hasil dibagi rata, kalau ado polisi patroli sembunyi hutan,” bebernya.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sunarya SH SIk MH dan Wakapolres, Kompol Harris Batara SIk didampingi Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman SH MH dan Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Alhadi Ajansyah SH mengungkapkan, kalau tersangka sudah masuk target operasi (TO).

“Baru dua tersangka curas kita amankan berikut barang bukti, aksi curas meresahkan para sopir truk melintas di Jalan Lingkar dan Jalan Lintas Baturaja. Modus mengancam dan memukul sopir, agar menyerahkan barang berharganya,” jelasnya. Lanjutnya, kasusnya masih kita lidik dan kembangkan. Kata dia, masih ada tersangka lain terlibat kasus curas tersebut.

“Sejumlah tersangka masih kita buru, kasusnya masih terus kita lidik dan kasusnya masih kita dalami. Kedua tersangka, masih terus diintograsi. Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang curas, ancamannya diatas 5 tahun penjara,” tambahnya, jajarannya akan berupaya menekan aksi curas meresahkan di wilayah hukumnya. “Sehingga, aksi curas meresahkan sopir angkutan melintas di kota ini bisa dikurangi,” tambahnya.

*Sumber : Prabumulih Pos