Melihat Wisata Retok di Batu Urip Taba

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : ADI/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>WISATA RETOK : </strong> Jon menunjukan wisata baru diberi nama Retok, di Kelurahan Batu Urip Taba, Kecamatan Lubuklinggau, Timur I. Minggu (16/6).

Masuk Gratis Hanya Bayar Parkir Saja

Silampari Online,

Muat Lebih

Masyarakat yang ingin berwisata tidak usah jauh jauh, sebab Kota Lubuklinggau banyak obyek wisata. Salah satunya Retok, berlokasi di di Kelurahan Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Adi Arianza – Lubuklinggau

OBJEK Wisata Retok ini menyediakan beberapa tempat untuk beristirahat dan berfoto. Terdapat pula, aneka kuliner dan pondok kecil yang bisa digunakan untuk bersantai.

Wartawan Harian Silampari sengaja mendatangi Retok. Tiba dilokasi, wartawan disambut baik ramah oleh pemilik wisata Jon Malisyah (49). Setelah mengenalkan diri dan berbasa-basih, barulah Jon Mlisyah secara gamblang bercerita secara singkat dan jelas.

Dia mengatakan, awal membuka wisata ini pada Pebruari 2019 dan sampai saat ini belum seluruhnya selesai. Konsep awalnya, ia ingin membangun wisata retok ini, wisata kuliner, tempat tongrongan, karena tempatnya cocok, sejuk banyak pohon, dan berdekatan dengan sungai kelingi.

“Disini biasa dijadikan tempat orang acara, arisan,ulang tahun, dan cocok tempat orang besantai karena lokasinya bedekatan dengan air sungai kelingi ,” tutur Jon.

Jon menjelaskan, ada 150 meter luas lahan yang sudah dibangun untuk wisata Retok tersebut. Namun saat ini baru 60 meter yang sudah dipakai. “Belum selesai saja pengunjung sudah antusias datang dan berfoto di wisatanya, biarpun belum begitu banyak yang tahu,” ucapnya.

Wisata Retok ini dibangun secara peribadi, sampai saat sudah menghabiskan uang sebesar Rp 46 juta. Dia mengaku, dana yang sudah dikeluarkan itu masih kurang untuk membangun wisata Retok sampai selesai. Adapun yang sudah disediakan di wisata ini, ada pondok kecil, taman bunga celosia, kolam air mancur, lampu penerang pada malam hari dan ada tempat yang sudah di sediakan gambar keren,dangat cocok untuk berfoto dan beselvi.

“Kalau ada biaya ingin sekali membuat menambah fasilitas alat permain anak-anak, kolam renang dan ia bertekad ingin membangun wisata ini. Selain untuk dirinya dan wisata ini untuk kemajuan Kota Lubuklinggau,” terangnya.

Jon memberikan nama Retok dari nama jaman dulu, nama nenek moyang dahulu, karena ia telahir dari keluarga retok, dan nama Retok itu sangat berharga baginya.

“Untuk sekarang belum ada biaya untuk masuk wisata Retok, hanya ada biaya untuk parkir saja dan wisata ini dibuka juga untuk malam hari,”jelasnya. (*)