Membaca Arah Pilkada Muratara

Tokoh Pemuda Muratara Abdul Aziz

SILAMPARI ONLINE

MURATARA -Proses penjaringan oleh DPC PDI Perjuangan Muratara menghangatkan dinamika Politik. Setelah Andi Wijaya mengabil formulir untuk maju sebagai kandidat, menunjukan beliau akan kembali ikut kembali berkompetisi.

Muat Lebih

Kemudian Petahana Syarif Hidayat Mengambil formulir sekaligus mengkonfirmasikan ke publik akan berpasangan dengan mantan Plt Sekda, yang saat ini sebagai Kadinsos Muratara.
“Tentu diluar dugaan Petahanan
mengkonfirmasikan dengan sangat cepat pasangannya, mengingat proses politik baru saja di mulai. Tetapi tentu saja, semua sudah dikalkulasikan secara politik, mustahil dilakukan secara serampangan,” kata Abdul Aziz, Tokoh Pemuda Muratara.

Advokad Muda ini melanjutkan, Hari ini melalui akun facebooknya mantan Pjs. Bupati Muratara pertama Akisropi Ayub memberikan sinyal Politik akan maju bersama Devi Suhartoni yang tak lain Wabub saat ini.

“Kalo mereka maju siapa yang Nomor 1?, sudah jelas Devi Suhartoni, karena tidak mungkin Nomor 2,” ucapnya.

Karena dari awal sudah terbaca beliau tidak nyaman di posisi Wabup, kalo tetap Nomor 2 Mustahil terjadi “Perseteruan”!

Bagi Akisropi Ayub juga cukup rasional pilihan politiknya, yang sebelumnya di gadang-gadangkan akan berpasangan dengan Alfirmansyah Kadis Perkim Muratara saat ini.

Sinyal politik ini secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi Alfirmansyah yang akan menjadi Penantang Petahana baik Poros Bupati maupun Poros Wakil Bupati.

Alfirmansyah bisa mendeteksi lebih awal untuk mengkalkulasikan secara Politik, terutama dalam menentukan pasangan untuk mengukur kekuatan politik.

“Melawan petahana harus betul-betul terukur, di atas kertas petahanan lebih diunggulkan, meskipun bukan mustahil untuk di kalahkan,” jelasnya.

Meskipun belum final, proses politik masih panjang dan semua kemungkinan bisa terjadi, tetapi 95%, Abdul Aziz menyakini bahwa Pasangan Syarif Hidayat – Zainal Arifin serta Devi Suhartoni – Akisropi Ayub mendekati faktualnya.

Keyakinan itu karena hampir tidak Kader Parpol yang siap berkompetisi, karena mereka pada posisi di Legislatif, tetapi bisa saja mereka maju semisal Devi Arianto (PDIP) dan Hasbi Asidiki (GOLKAR).

Poros di luar petahana tinggal Alfirmansyah dan Andi Wijaya, siapa saja pasangan mereka kita tunggu dinamika politik selanjutnya? Posisi Alfirmansyah memiliki peluang yang leluasa memilih pasangan, bisa bersama Andi Wijaya, atau Reihal Ikmal yang sudah buming di medsos atau pun bersama Devi Arianto.

Atau bisa jadi dua pasangan saja, antara sesama petahana, tetapi hikmah semua itu harus kita ambil, bahwa politik itu sangat dinamis hari ini bersama, besok bisa lagi tak bersama. Hari ini yang diungkapkan kebaikan-kebaikan, besok keburukan-keburukan.

“Tajamnya Dinamisasi Politik, akan melibas para pendukung emosional, mereka menjadi arus utama korban politik, karena politik pada hakekatnya ada kepentingan,” pungkasnya. (Rel)