Minim Atlet, Empat Lawang Hanya Kirim 7 Cabor ke Porprov ke-XII Sumsel

Ilustrasi (HS).

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Empat Lawang, mengaku kesulitan mendapatkan atlet untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XII di Kota Prabumulih pada November 2019 mendatang.

Ketua KONI Kabupaten Empat Lawang, Chandra SH mengatakan, minimnya atlet dari berbagai cabang olahraga (Cabor), membuat pihaknya hanya menyiapkan 7 Cabor yang akan dikirim ke Kota Prabumulih untuk mengikuti Porprov ke-XII tersebut.

Muat Lebih

“Kendala kita ada pada keberadaan atlet. Jumlah atlet kita memang tidak banyak, karena itu kita hanya mengirimkan  7 Cabor saja dengan total jumlah atlet sebanyak 73 orang, belum termasuk oficial,” ungkap Chandra kepada Harian Silampari di Tebing Tinggi, Senin (7/10/2019).

Adapun Cabor yang akan dikirim kata Chandra, Sepak Bola, Silat, Karate, Taekwondo, Catur, Panjat Tebing dan Atletik. “Adapun Cabor andalan yang berpeluang besar untuk mendapatkan medali ada tiga Cabor, yakni Silat, Taekwondo dan Catur. Masing-masing ada target medali,” jelas Chandra.

Sementara untuk target sebut Chandra, pihaknya optimis masuk sepuluh besar perolehan medali terbanyak. “Minimal kita bisa memperbaiki peringkat untuk kabupaten/kota di Porprov Sumatera Selatan,” ujarnya.

Untuk Cabor Sepak Bola, lanjut Chandra, pihaknya belum berani memberikan target. Sebab, tim sepak bola baru pertama kali ini dikirim ke Porprov Sumatera Selatan. “Tim Sepak Bola kita kirim karena ini langsung keinginan bupati untuk melihat tim sepak bola kita bertanding di Porprov,” imbuhnya.

Kembali ke persoalan minimnya atlet yang dimiliki Kabupaten Empat Lawang, Chandra menjelaskan, jika ini tak lepas dari kurangnya pembinaan yang dilakukan setiap Cabor yang ada di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, terhadap bibit-bibit atlet yang ada. 

“Kita akan coba berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Empat Lawang, bagaimana kedepannya ada pembinaan dan penjaringan atlet-atlet di tingkat bawah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Empat Lawang, HM Azhari mengatakan, pihaknya memandang kurangnya keinginan setiap Cabor untuk melakukan penjaringan atau mencari bibit-bibit atlet yang mumpuni untuk dibina. 

“Semestinya, setiap Cabor itu pro-aktif. Jangan hanya menunggu dengan alasan yang selalu klasik karena tidak ada anggaran. Cabor yang ada juga banyaklah yang hanya ada pengurusnya saja, sementara aktifitas mereka tidak ada,” tukasnya. (HS-05)

Penulis : Fahrurozi
Editor : …
Sumber : Harian Silampari