Minta Utamakan Pekerja Lokal

    #Terkait Penerimaan BHL PT SAS

    126
    FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI
    KOORDINASI : Plt Kepala Disnakertrans Kabupaten Mura, Riswan Efendi berkoordinasi memfasilitasi terkait keluhan warga dan meminta PT SAS menerima tenaga kerja.
    Advertisement

    Silampari Online,

    MUSI RAWAS– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Rawas (Mura) memberikan warning atau peringatan kepada perusahaan PT Selatan Agung Sejahtera (SAS) untuk mengutamakan pekerja lokal khususnya yang berada dilingkungan perusahaan tersebut beroperasi. Sebab, dikhawatirkan nantinya bila tidak begitu akan menyebabkan kecemburuan sosial dan akan berdampak negatif.

    “Kami sudah melakukan koordinasi dengan Tata Pemerintahan (Tapem), Kecamatan dan perusahaan membahas prioritas buruh harian lepas (BHL) PT SAS dari warga dilingkungan perusahaan tersebut beroperasi yakni Desa Petunang dan Lubuk Rumbai Kecamatan Tuah Negeri,”jelas Plt Kepala Disnakertrans Kabupaten Mura, Riswan Efendi kepada Harian Silampari beberapa hari yang lalu.

    Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa koordinasi ini menindaklanjuti laporan adanya kesenjangan sosial ketenagakerjaan BHL di PT SAS banyak dari luar wilayah Mura khususnya bokar muat buah kelapa sawit.

    “Untuk penerimaan tenaga khususnya BHL kedepan 70 persen tenaga kerja di PT SAS harus warga Kecamatan Tuah Negeri dan 30 persen dari luar Kecamatan yang ada di wilayah Mura,”terangnya.

    Menurutnya, prioritas tenaga kerja di lingkungan PT SAS ini beroperasi harus dilakukan. Sebab, bila tidak maka akan menimbulkan kecemburuan sosial akan berdampak negatif. Mengingat, selama ini ada indikasi banyak pekerja dari luar yang disuplai.

    “Bilamana dalam satu minggu tidak ada kejelasan maka tim akan turun dengan menggandeng pengawas ketenagakerjaan,”tegasnya.

    Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Mura, EC Priskodesi sangat mendukung langkah yang diambil Disnakertrans terkait penempatan tenaga kerja di PT SAS untuk mengutamakan warga dari Desa yang dimaksud sesuai komitmen awal perusahaan tersebut akan beroperasi.

    “Intinya sesuai komitmen awal pihak perusahaan memprioritaskan pekerja BHL dari masyarakat yang ada disekitaran lingkungan perusahaan khususnya Petunang dan Lubuk Rumbai, Mandi Aur sebagai Desa yang ikut terkena dampak dari pengoperasian perusahaan tersebut,”pungkasnya. (HS-03)