Mobil Ditumpangi Gubernur Sempat Dihadang Pendemo

Harian Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Aliansi kedua dari gabungan seluruh OKP se Kota Lubuklinggau menggelar aksi mulai dari Masjid Agung As Salam, RCA dan Polres Lubuklinggau, Kamis (20/4). Mereka sempat menghadang mobil dinas BG 1 yang dinaiki Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat melintas simpang RCA menuju Rumah Sakit dr Sobirin Mura untuk membesuk korban penembakan, Diki.

Muat Lebih

Feri Irawan selaku koordinator lapangan (Korlap) menegaskan bahwa agar pihak kepolisian bisa menindak tegas kasus penembakan yang dilakukan oknum polisi dan untuk dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku serta copot jabatannya dari kepolisian.

“Kami minta Kapolres Lubuklinggau agar menuntaskan kasus tersebut, kalau tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut harap mundur dari jabatannya,” ungkapnya.

Kemudian,Feri melanjutkan agar Komnasham juga turut serta turun langsung mengusut tuntas masalah tersebut karena kasus ini menyangkut nyawa seseorang yang sudah dihilangkan.

Dikatakannya, meminta Kapolri agar untuk kedepannya mempertegaskan standar operasional dalam menggunakan senjata. Kemudian, setiap penggunaan senjata itu harus dicek kejiwaannya. “Kami akan ada lagi aksi lanjutan dan kami siap kawal kasus ini. Jika aksi kami tidak direspon Kapolres maka, kami akan mengadakan aksi yang lebih besar lagi,” kata dia.

Kemudian, juga ada tuntutan yang disampaikan yakni, meminta oknum polisi yang melakukan penembakan harus dipenjarakan dan dipecat. Kedua, apabila Kapolres tidak mampu menuntaskan kasus tersebut diharapkan mundur dari jabatan.

Ketiga, meminta KPAID agar mengawal kasus ini karena terdapat pencederaan anak dibawah umur, agar aparat kepolisian tidak melakukan tindakan yang ceroboh kembali, minta ketika razia polisi tidak menggunakan senjata yang bersifat kekerasan dalam penggunaannya.

Selanjutnya, meminta laporan  terperinci mengenai evaluasi pemakaian senjata api sesuai pasal 14 ayat 2 Perkapolri 1/2009 dan menganalisa berdasarkan informasi bahwa aparat kepolisian saat itu sudah melanggar pasal 48 huruf B Perkapolri 8/2009.(HS-07)

Tinggalkan Balasan