oleh

Mundurnya Sekda Dinilai Akan Menghambat Program Kerja Pemkab Musi Rawas

Silampari OnlineĀ 

MUSI RAWAS- Kemunduran EC Priskodesi dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Musi Rawas (Mura), dinilai akan menghambat jalannya program kerja yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura dengan DPRD.

Demikian disampaikan Pengamat Politik, Fadil Hernawansyah, Rabu (19/5/2021).

Dikatakannya, Sekda memiliki peran utama dalam hal mengkoordinasikan seluruh satuan kerja. Dia juga sangat menyayangkan atas hal ini. Semestinya di tahun pertama kepemimpinan seorang kepala daerah yang baru, bisa merangkul seluruh jajaran agar berkesinambungan dengan visi misinya.

“Kegiatan administratif akan tetap berjalan sampai pelantikan siapa yang akan melanjutkan Sekda Kabupaten Mura. Namun, degan mundurnya Sekda ini, sedikit banyak akan tetap berdampak, ketika terjadi permasalah kendala teknis. jelas peran Sekda disitu sangat utama,”terangnya.

Selain itu, memang dalam hal pengambilan kebijakan-kebijakan yang strategis dibutuhkan semacam keyakinan seorang Sekda yang sekarang sudah mundur harus ditegaskan kembali dan harus diberikan motivasi oleh Kepala Daerah, supaya tidak menganggu program kerja yang sedang dan akan disusun dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Mura.

Dia juga menilai mundurnya EC Priskodesi sebagai Sekda Mura mengejutkan berbagai pihak. Terlebih pengunduran diri tersebut di sampaikan pasca Pilkada Mura, ditambah dengan Kepala Daerah yang terpilih belum lama dilantik. Sehingga munculnya dugaan karena kurang harmonisnya hubungan antara Sekda dengan Kepala Daerah yang baru.

Menurutnya, Sekda saat ini tidak memihak kepada pasangan calon tertentu pada Pilkada Kabupaten Mura lalu, bahkan hal tersebut tidak pernah terdengar olehnya. Sebab, EC Priskodesi teguh memegang sikap netralitas sebagai ASN, terlebih dari jabatannya sebagai seorang Sekda.

“Itu di pegang oleh beliau (Sekda). Karena dari beberapa sosialisasi, beliau menyampaikan pernyataan-pernyataan netralisasi sebagai seorang Sekda dalam Pilkada. Karena memang itu harus dilakukan dan wajib dilakukan,”tegasnya.

Sedangkan untuk ASN lainnya, ia pikir memang ini pertarungan bagaimana seorang Bupati mampu membuat manajemen yang lebih profesional. Dalam artian, ketika dia mampu membentuk itu, maka tiga tahun kedepan menjelang 2024 akan terlihat hasil kinerja-kinerja yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Nah orang yang seperti ini tidak bisa langsung muncul, tapi harus melalui pertimbangan pertimbangan dan Baperjakat, yang tahu betul kinerja seorang ASN mampu dibidang ini dan bidang itu. Saya juga dengar, beberapa komentar miring kepada Bupati yang sekarang. Pemimpin mana sih yang sempurna, tidak ada,”pungkasnya. (Mureks)