Muratara DOB Terbaik se-Indonesia, Ini Faktanya

Bupati Muratara HM. Syarif Hidayat menerima anugerah KG Award yang diserahkan oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin pada 29 Agustus 2017. FOTO/ISTIMEWA

SILAMPARI ONLINE,

MURATARA- Pada tahun 2018 Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) berhasil meraih nilai 92,00 atau terbaik kedua se-Indonesia.
Muratara hanya ‘kalah’ satu peringkat dari Kabupaten Pangandaran. Itu pun merupakan Daerah Otonom Baru (DOB) yang setahun lebih dahulu berdiri. Keberhasilan tersebut merupakan jawaban terhadap sejarah para tokoh dan elemen masyarakat sehingga perjuangan mereka tak sia-sia. Berdiri pada 10 Juli 2013, fondasi pembangunan sudah mulai diletakan.  Setelah HM. Syarif Hidayat dan H. Devi Suhartoni dilantik pada tanggal 17 Februari 2016 berbagai program mulai dikerjakan.

Bacaan Lainnya

Bupati HM. Syarif Hidayat bersama jajaran dinas / instansi bekerja dan sudah berniat menjadikan Muratara sebagai percontohan bagi daerah lain. Meskipun, saat itu, APBD kurang dari 100 miliar dengan 13 desa tertinggal. Sejak 2016 sebagian desa sudah lepas dari status tersebut. Jembatan hampir merata di setiap desa dan kecamatan. Setiap puskesmas memiliki rawat inap. Begitu juga pembangun pasar tradisional sudah terbukti meningkatkan perekonomian masyarakat.

Atas kerja keras tersebut, Direktur Jendral Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam memberikan nilai kepada kabupaten yang memiliki slogan “Berselang Serundingan” itu,  terbaik kedua se-Indonesia. Dari dokumen Direktur Jendral Otonomi Daerah Kemendagri yang diunggah syarifhidayat.id, 13 Februari 2020, selama empat tahun penilaian terhadap Muratara terus meningkat (Lihat data).

Hal itu sejalan dengan berbagai fasilitas umum serta kebutuhan dasar masyarakat seperti jalan, jembatan, air bersih, MCK dan jaringan listrik.

Tahun Hasil Kategori
2015 62,80 sedang
2016 71,20 sedang
2017 81,00 sedang
2018 92,00 baik

 

1. Mampu ‘Kalahkan’ DOB tahun 2012

Nilai hasil evaluasi Muratara juga, mampu mengalahkan 4 kabupaten DOB yang setahun lebih dulu berdiri. Seperti Kabupaten Pesisir Barat (90,25), Kabupaten Manokwari Selatan (86,25) dan Kabupaten Arfak (82,25). Sementara, daerah yang terbentuk bersamaan pada 2013, Muratara berhasil melebihi capaian 10 kabupaten lain. (lihat data)

Tahun 2018 Hasil Kategori
Kabupaten Muratara 92,00 Baik
Kabupaten PALI 91,50 Baik
Kab. Mahakam Ulu 87,25 Sedang
Kab. Malaka 84,50 Sedang
Kab. Mamuju Tengah 87,50 Sedang
Kab. Banggal Laut 84,25 Sedang
Kab. Marowali Utara 88,77 Sedang
Kab. Pulau Taliabu 86,50 Sedang
Kab. Kolaka Timur 90,75 Baik
Kab. Konawe Kepulauan 85,25 Sedang

Muratara ‎diberikan penghargaan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo sebagai DOB terbaik Wilayah Barat pada 25 Maret 2017 di Sidoarjo, Jawa Timur..

Pada tahun ke-4, perkembangan dari 10 aspek sudah sesuai dengan Permendagri 23/2010 tentang tata cara evaluasi perkembangan DOB. Dimana 40% DOB sudah memiliki infrastruktur 3 unsur urusan pelayanan dasar di antaranya pendidikan, kesehatan dan inprastruktur.

Kemudian, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo melalui Dirjen Otda Sumarsono kembali memberikan penghargaan kepada Bupati HM. Syarif Hidayat di Ballroom Golden Palace Hotel, Mataram, Nusa Tenggara Barat, 5 Oktober 2017.

Dalam catatan Kemendagri, progres Muratara bagus. Hal itu terlihat dari perkembangan penyelenggaraan pemerintahan mulai semester 1 tahun 2017 meningkat 4,74 persen menjadi 12,7 persen dibandingkan tahun 2016.

2. Raih Penghargaan Carakter Building Development

Pada bulan sebelum mendapatkan predikat sebagai DOB terbaik, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat dinilai sukses membuat kebijakan dalam pembangunan karakter sehingga mendapat penghargaan Carakter Building Development dalam anugerah KG Award, 29 Agustus 2017.

Penilaian dilakukan secara objektif terhadap kebijakan mengirim siswa-siswi ke pesantren-pesantren di Sumatra dan Pulau Jawa. Selain itu, keberhasilan mengirimkan mahasiswa untuk belajar di Yogyakarta.

Saat itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang langsung memberikan penghargaan sangat bangga dengan Muratara. Alex berpesan agar pemerintah Muratara kedepan lebih serius lagi. Bahkan, kalau bisa kedepan bukan hanya pembangunan manusia tapi sudah merambah kepada sektor pariwisata.

3. Berturut-Turut Mendapatkan WTP

Pada tahun 2017 dan 2018, Muratara berhasil mendapatkan penilaian laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Laporan Hasil Pemeriksaan BPK tahun anggaran 2017 diterima oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat yang diserahkan langsung DR Agus Joko Pramono. Sementara, hasil laporan keuangan tahun anggaran 2018 diserahkan BPK perwakilan Provinsi Sumsel Teguh Prasetyo SE.MAB ,Ak.

Gubernur Sumsel H Herman Deru, mengapresiasi Kabupaten Muratara yang mampu memertahankan predikat WTP. Saat memeringati HUT ke IV pada 27 Juni 2019, Herman Deru menegaskan, ada kabupaten sudah berpuluh tahun berdiri tidak pernah mendapatkan WTP.

Tapi, Muratara meraihnya dan menjadi DOB terbaik Indonesia Bagian Barat. Di Sumsel hanya dua daerah mendapatkan penghargaan tersebut selain Kabupaten OKU Timur. Keberhasilan tersebut, sebagai bentuk pengakuan dari tim penilaian, masyarakat dan pemerintah provinsi..

Bupati HM. Syarif Hidayat menegaskan, dirinya sudah menyiapkan Visi dan Misi pada tahun 2020-2025 yaitu: “Muratara Maju, Bersaing dan sejahtera 2025” untuk melanjutkan berbagai kebijakan dan program yang saat ini sudah dilaksanakan. (Ril)