oleh

Musdalipa Siap Perjuangkan Aspirasi Warga

*Reses Perseorangan DPRD Kota Lubuklinggau

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU-Musdalipa melaksanakan reses perseorangan DPRD Kota Lubuklinggau tahun 2019, Selasa (19/3), di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Acara dihadiri Lurah Taba Jemekeh , Heru, Ketua Adat, Emi Yasin, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemudah.
Anggota DPRD dari partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menyerap aspirasi warga baik pembangunan fisik dan non fisik khusus di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Lubuklinggau Timur I dan II.

“Seluruh usulan atau aspirasi diajukan warga kepada saya, selaku wakil rakyat Dapil IV. Insyallah, saya akan perjuangan harapan mereka (warga, red) sesuai skala prioritas. Sebab, sangat banyak pengajuannya baik secara lisan maupun tertulis,” kata Musdalipa kepada Harian Silampari, usai reses.

Sebelumnya melakukan reses secara berkelompok di satu kecamatan, dan kini perseorangan untuk menemui konstituennya, sambung Wanita Berjilbab ini, sangat efektif untuk menyerap apa unek-unek warga yang tahun lalu diusulkan namun belum terealisasi. Sehingga tahun 2019, kata dia, pihaknya berupaya memasukkan anggaran pergeseran. Tapi, bila tidak memungkinkan, Musdalipa akan berjuang memplaning anggaran pada APBD perubahan.

“Aspirasi warga ini, saya akan laporkan kepada pimpinan dan akan dilakukan paripurna dewan,” ujarnya.

Ditanya apa usulan yang prioritas ? istri Hendri Juniansyah (hendri aster) ini menjawab, warga pada umumnya meminta infrastruktur jalan, lampu dan air. “Ya, warga banyak minta percepatan pembangunan jalan di Taba Jemekeh dan lampu jalan. Ini, tentunya saya perjuangkan dan menjadi skala prioritas karena menyangkut hajat orang banyak,” terangnya.

Sebelumnya, Aan, warga Taba Jemekeh kepada Harian Silampari mengaku, sangat mendukung dan menyambut positif dengan adanya reses dewan perseorangan. Karena, warga bisa langsung tatap muka dan saling silatuhrahmi dengan wakil rakyatnya.
“Kami bisa langsung meminta kepada Musdalipa, agar diperjuangkan penganggaran untuk pembangunan infrastruktur khusus lampu jalan. Sebab, penerangan lampu jalan di Taba Jemekeh kurang maksimal, bahkan sering padam,” jelasnya. (HS-08)