oleh

Mutiara; Kurikulum 2013 Berubah Menjadi Kurikulum Sekolah Penggerak

Silampari Online 

BANYUASIN- Kepala SDIT Mufidatul Ilmi menyatakan bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia akan berganti menjadi kurikulum sekolah penggerak dari sebelumnya kurikulum 2013.

“Kurikulum pendidikan di Indonesia akan berganti menjadi Kurikulum Sekolah Penggerak, jadi kita tidak lagi menggunakan Kurikulum 2013 (K13) akan tetapi akan berganti menjadi kurikulum Sekolah Penggerak,”jelas <span;>Kepala SDIT Mufidatul Ilmi, Mutiara Rahma kepada Silampari Online, Jum’at (28/5/2021).

Menurutnya, banyak perbedaan antara K13 dengan sekolah penggerak, contohnya jika mata pelajaran IPA dan IPS pada K13 menjadi mata pelajaran yang terpisah, namun dalam Kurikulum Sekolah Penggerak digabungkan menjadi mata pelajaran IPAS.

Kemudian lanjut Mutiara, perbedaan lainnya adalah jika K13 Jam pelajaran perminggu 900 Menit, maka di kurikulum sekolah penggerak ditambah menjadi 1050 Menit, asesmen merujuk pada Capaian Pembelajaran (CP), Asesmen yang dilaporkan cukup asesmen semester,  pendekatan pembelajaran berbasis literasi (buku bacaan anak dan bahan teks lainnya), pengintegrasian persiapan literasi dan numerasi ke dalam CP melalui kegiatan bermain-belajar.

“Ini yang jenjang Sekolah Dasar, kalau yang SMP dan SMA perbedaannya lain lagi, namun yang pasti dalam kurikulum Sekolah Penggerak bertujuan untuk mewujudkan Visi Pendidikan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila,”paparnya.

Selain itu, peserta didik nantinya diharapkan dapat beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, berkebhinekaan Global, Mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.

“Saya berharap dengan adanya perubahan kurikulum ini, nantinya pendidikan di Indonesia semakin  berkualitas, merata hingga ke pelosok Desa, semua Sumber Daya Manusia di Indonesia khususnya generasi penerus bangsa dapat merdeka dalam belajar,”pungkasnya. (Kris)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel