Nekat Maling untuk Nafkahi Istri dan Anak

Silampari Online,
PRABUMULIH – Kerja serabutan dengan alasan penghasilan tak pasti, membuat Rizki Pardomo alias (Domo) warga Bawah Tower Kafe Rajawali Cambai Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai berpikir pendek menjadi pelaku kriminal.
Karena ingin punya uang dalam waktu singkat dan cepat, Domo terlebih kasus pencurian handphone (HP) di wilayah hukum Polsek Cambai. Hingga akhirnya, Tim Opsnal Polsek Cambai meringkus di kediaman orang tuanya, Sabtu lalu (12/1), sekitar pukul 14.30 WIB.
Dihadapan petugas, ia tak bisa berkutik dan mengakui kalau dirinya yang melakukan pencurian HP terhadap korbannya, Yanti (45), warga Jalan Jend Sudirman RT 01/RW 03 Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai.
Domo mengaku, berhasil membawa kabur dua buah HP ketika melakukan aksinya pada 5 Januari silam, sekitar pukul 03.00 WIB di kediaman korbannya.
“Memang aku nian yang maling HP itu, aku masuk dari pintu belakang rumahnyo. Pintunyo kurusak abis itu masuk rumah. Liat HP di kamar, langsung aku ambek bawak lari. Aku tepakso maling aku nih ngawe serabutan, nak ngedopi anak bini,” akunya.
Nah, hasil curian tersebut bukan dijualnya. Akan tetapi, digadaikannya seharga Rp 100 ribu. “Idak kujual tepi kugadai Rp 100 ribu, untuk makan anak bini aku,” sebutnya.
Ia pun mengaku, kalau dirinya juga pelaku pencurian yang meresahkan warga di Jalan Jend Sudirman sekitar Cambai tersebut. “Iyo Pak, aku nian pelakunya. Sasaran aku dak HP, duit yang penting pacak makan. Gawe aku selamo ini bekebon meluk bapak aku. Dak cukup untuk ngedupi anak bini,” tandasnya.
Nah, ulahnya tersebut jelas akan membuat dirinya cukup lama menghuni sel penjara atau hotel prodeo. Untuk mempertanggung jawabkan, aksi kriminalitas yang dilakukannya.
Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH dikonfirmasi melalui Kapolsek Cambai, Iptu Faisal Kamil SH dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Kata dia, diduga bukan hanya satu Tempat Kejadian Perkara (TKP) saja, pelaku melakukan aksinya.
“Setidaknya ada 10 LP (Laporan Polisi), mengindikasikan kalau pelakunya Domo. Sebagai spesialis pencurian rumah, kasusnya sekarang ini tengah kita kembangkan lebih jauh,” bebernya.
Sambungnya, ditangkapnya pelaku tidak terlepas dari hasil lidik jajarannya. Sehingga, berhasil memastikan keberadaan tersangka dan akhirnya diringkus.
“Pelaku sendiri diancam dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan (curat). Ancaman penjaranya, diatas 5 tahun,” ucapnya.
Kata dia, pelaku sekarang ini tengah diintrograsi seputar tindak pidana curat yang membelitnya. Sempat menolak mengakuinya, tetapi setelah didesak akhirnya tidak bisa berkutik.
“Hampir seluruh TKP yang kita sangkakan, akhirnya diakuinya kalau dirinya pelakunya,” terangnya. (030/PP)