Nilai SAKIP Naik Poin Evaluasi Internal Menurun

SEMAT : Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad saat menyematkan tanda peserta Workshop LKjIP 2020, dalam lingkungan instansi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, di Opproom Gedung Setda Empat Lawang, Selasa (18/2). Foto : Fahrurozi/HS.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Hasil penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Empat Lawang, untuk 2019 mengalami peningkatan jika dibandingkan 2018 atau tahun sebelumnya.

“Nilai SAKIP Kabupaten Empat Lawang tahun 2019 itu 52,99 poin dengan predikat CC, sedangkan tahun sebelumnya hanya 41,93 dengan predikat C. Ini artinya, ada peningkatan 11 poin dari tahun 2018,” ungkap Kepala Bagian Ketatalaksanaan Biro Ortala Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Tajudin SH saat menyampakan sambutannya di acara Workshop Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020, dalam lingkungan instansi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, di Opproom Gedung Setda Empat Lawang, Selasa (18/2).

Muat Lebih

Kenaikan hingga mencapai 11 poin terhadap penilaian SAKIP Kabupaten Empat Lawang tersebut, kata dia, adalah hal yang luar biasa, karena umumnya kenaikan nilai SAKIP suatu daerah hanya 2 hingga 4 poin saja. “Mudah-mudahan kedepan SAKIP Empat Lawang naik lagi 11 poin. Kalau itu terjadi, artinya SAKIP Empat Lawang berprdikat B,” jelasnya.

Namun demikian Tajudin menyampaikan bahwa ada gajalan di hatinya terkait adanya penurunan hasil evaluasi internal LKjIP Empat Lawang sebesar 0,98 angkanya. Itu terjadi pada perangkat daerah yang menjadi tim inti penyusunan LKjIP.

“Kalau di BAPPED itu Alhamdulillah, cukup bagus. Tapi di Inspektorat, tolong perbaiki itu,” pintanya seraya menyebut jarang sekali terjadi penurunan poin pada saat dilakukan evaluasi, karena itu dia mengajak untuk bersama-sama mencari tahu penyebab penurunan poin saat dilakukan evaluasi internal tersebut.

Di Sumsel kata dia, daerah yang penilaian SAKIP-nya mengalami peningkatan selain Kabupaten Empat Lawang adalah Musirawas Utara (Muratara). Dua daerah yang masih tetap C adalah Ogan Komering Ulu (OKU) dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

“Kemendagri tidak tahu dan tidak mengerti, mengapa kedua daerah itu masih berpredikat C,” ujarnya.

Semua penilaian sebut dia akan dikonversi menjadi Insentif Daerah (ID). Jika nilai masih B maka ID belum ada, namun jika BB maka ID-nya akan diterima suatu daerah sebesar Rp 6,8 miliyar.

“Mudah-mudahan Empat Lawang pada tahun depan bukan hanya bernilai B kurus, tapi bisa mencapai BB atau B gemuk,” harapnya. (frz)