Oknum Guru Tertangkap Nyabu, Begini Tanggapan Kepala SMAN 1?

SILAMPARI ONLINE,

KEPAHIANG-Salah seorang oknum guru tertangkap sedang mengkonsumsi narkoba menjadi dunia pendidikan tercoreng,terutama bagi SMAN 1 Kepahiang. Pasalnya, oknum guru itu mengajar di sekolah tersebut.

Bacaan Lainnya

Menyikapi permasalahan itu, Kepala SMAN 1 Kepahiang Andri Heryanto MP.d , memberikan klarifikasi dan meluruskan persoalan.
Dia mengakui, terkait kejadian ditangkapnya 2 orang yang kedapatan mengkonsumsi Narkoba jenis Sabu di Desa Pematang Donok. Kec. Kabawetan Kepahiang pada Selasa, 24 Agustus 2020 sekitar pukul 21.30 WIB. “Bersama ini kami sampaikan bahwa salah satu orang yang ditangkap tersebut adalah benar Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tenaga Pendidik di SMAN 1 Kepahiang,” tegasnya.

Lanjut dia menegaskan, bahwa ditangkapnya yang bersangkutan saat berada di rumah, di luar jam kerja KBM SMAN 1 kepahiang. Jadi tidak ada hubungan dengan pihak sekolah.

“Kami sangat kecewa dan prihatin atas kejadian ini. Saat ini kasusnya sedang ditangani oleh pihak yang berwajib dan sepenuhnya akan kita serahkan penanganannya kepada pihak yang berwajib sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Pihak sekolah memberikan apresiasi kepada Sat. Narkoba Polres Kepahiang yang menangkap dan mengamankan, sehingga membantu memutus mata rantai pengedaran narkoba, dan Sekaligus menegaskan bahwa Narkoba musuh kita bersama. “Semoga kejadian ini memberikan pelajaran berharga dan tidak ada lagi kasus-kasus serupa,” tuturnya.

Diketahui Dilansir dari Radar Kepahiang.id dengan judul Nyabu sejak bangku Kuliah, Pak Guru ditangkap lagi pesta sabu.” Sepandai pandainya tupai melompat pasti jatuh juga. Pepatah ini cocok disematkan pada Dn alias Ai (39) oknum guru SMA pavorit diKabupaten Kepahiang, provinsi Bengkulu.
Dan ditangkap Aparat kepolisian, Rabu ( 26/08/2020) dari kediamannya didesa Pematang Donok, Kecamatan Kabawetan Kabupten Kepahiang.
Tercatat sebagai salah satu guru ASN, Dan digelandang petugas Satres Narkoba Polres Kepahiang saat sedang asyik pesta Sabu bersama tiga rekannya yang kesemua adalah pria.(Darul Qutni)