Oknum Kades Diadukan ke Dewan

DATANG : Warga Cinto Mandi Baru, saat mendatangi DPRD Kabupaten Kepahiang, memberikan 29 poin dugaan penyimpangan yang dilakukan oknum Kepala Desa (Kades) mereka, Senin (10/2/2020). Foto : Formes Media Bagite/Silampari Online.

SILAMPARI ONLINE, KEPAHIANG – Sekitar 12 orang Warga Cinto Mandi Baru, mendatangi DPRD Kabupaten Kepahiang, memberikan 29 poin dugaan penyimpangan yang dilakukan oknum Kepala Desa (Kades) mereka, Senin (10/2).

12 warga Desa Cinta Mandi Baru yang terdiri dari BPD, Ketua BMA, Linmas dan masyarakat, dihadapan Komisi 1 DPRD Kabupaten Kepahiang, menyampiakan keluhan mereka tentang dugaan penyimpangan yang dilakukan oknum kades yang dimaksut.

Muat Lebih

Ketua BMA, Supardi menyampaiakan, 29 poin keluhan warga Desa Cinta Mandi Baru, diantaranya dugaan penyimpangan yang dilakukan Kades sejak 2016 hingga 2019.

“Kami sampaikan berdasarkan fakta di lapangan dan RAB yang kami dapatkan, diduga ada berapa hal yang fiktif,” ungkap Supardi.

Supardi berharap permasalahan di Desa Cinta Mandi Baru yang telah dilaporkan ini dapat di proses sesuai dengan undang undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara menururt Dison, salah seorang anggota Linmas Desa Cinta Mandi Baru mengatakan, dia tidak pernah menerima SK sejak diangakat menjadi anggota Linmas.

Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Kepahiang, Haryanto Skom mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak, menyampikan itu ke dinas terkait dan Inspektorat. “Terima kasih atas kunjungan masyarakat ke rumah rakyat terkait hal ini kami akan memanggil Kepala DPMD dan Inspektorat,” ucap Haryanto Skom.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Kepahiang, Ansori mengatakan, masyarakat diharapkan tetap tenang. Dalam hal ini kata Ansori, pihaknya akan mendukung dan jika memang ada penyimpangan pasti hal ini akan diproses.

“Tidak ada interpensi dari kami dan yang salah tetap salah yang benar tetap benar,” tukasnya. (KHS-07)