Oknum LSM Terjaring OTT

  • Whatsapp

Silampari Online
KEPAHIANG — Tim gabungan inteljen dan pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepahiang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pasangan suami istri (Pasutri) yang merupakan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) di Rumah Makan Setia Utama Pasar Kepahiang, Selasa (30/7/2019).
Kepala Kejari Kabupaten Kepahiang H.Lalu Syaifudin saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan adanya OTT tersebut. Mereka yang ditangkap adalah CS selaku Kadiv Advokasi dan SY selaku Ketua LSM BPAN. Dari penangkapan tersebut jaksa mengamankan barang bukti uang tunai 30 juta rupiah, 1 unit mobil Hulux dan 2 unit Handphone.
“Mereka adalah suami istri,” ucap H Lalu Syaifudin, dilansir oleh bengkulunews.co.id
Dijelaskan H Lalu, penangkapan tersebut didasari laporan yang diterima Kejari Kepahiang terkait adanya beberapa Kades yang ditekan, dipaksa dan di intimidasi supaya menyerahkan sejumlah uang kepada oknum LSM tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan apakah dua orang tersebut sering melakukan hal ini namun setelah menerima laporan yang baru ini langsung menindak.
“Ini terkait dana desa,” kata H Lalu. Lebih dalam dijelaskan H Lalu, dugaan pemerasan ini dilakukan terhadap 4 orang Kades antara lain Kades Talang Babatan dan Cirebon Baru. “Info sementara mereka minta 50 juta rupiah per Kades,” jelas H Lalu Syaifudin.
Untuk saat ini, sambung H Lalu, keduanya masih dalam proses pemeriksaan. Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan akan dilakukan analisa apakah masuk dalam tindak pidana korupsi atau tindak pidana umum.
“Kalau ini korupsi kita akan tetapkan sendiri sebagai tersangka, kalau pidana umum kita serahkan dulu kepada pihak kepolisian,” terang H Lalu Syaifudin. [Bengkulunews.co,id/HS]

Sumber Bengkulunews.co.id