Oknum Pegawai RSUD Diduga Pakai Narkoba

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : RAHMAT/KONTRIBUTOR HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>URINE :</strong> Anggota BNN Kota Lubuklinggau melakukan tes narkoba dengan pengambilan sampel urine terhadap para pegawai RSUD Rupit.

Silampari Online,

MURATARA – Bupati Muratara, H M Syarif Hidayat mengaku menerima laporan dari orang yang dirahasiakannya bahwa ada oknum pegawai RSUD Rupit diduga mengkonsumsi narkoba.

Muat Lebih

Atas laporan tersebut mendorong pihaknya untuk melakukan tes narkoba dengan cara pengambilan sample urine terhadap seluruh pegawai RSUD Rupit baik yang berstatus PNS maupun TKS.

“Sehubungan ada laporan dan sesuai dengan visi misi kami Muratara bersih dari narkoba, jadi kita adakan tes urine,” kata Bupati Syarif Hidayat kepada awak media, kemarin.

Bupati menegaskan, apabila ada oknum PNS yang positif mengkonsumsi narkoba maka akan dicopot dari jabatannya, sementara jika ada oknum TKS yang menggunakan narkoba maka akan diberhentikan.

“Kami bekerjasama dengan BNN Kota Lubuklinggau untuk melaksanakan tes urine ini. Kalau PNS ada jabatan akan dicopot dari jabatannya, kalau tidak ada jabatan seperti TKS akan diberhentikan,” tegasnya.

Bupati berharap, hasil dari tes urine tersebut semuanya negatif dan tidak ada pegawai yang terindikasi narkoba, karena sebagai petugas pelayanan kesehatan harus bersih dari narkoba.

“Harapan kita tentu laporan dari masyarakat itu tidak benar, semuanya bersih, tapi kalau memang ada yang positif maka akan kita berikan tindakan tegas, ini sudah menjadi komitmen kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Rupit, dr Herlina menyampaikan, seluruh pegawai yang dilakukan tes urine berjumlah 361 orang, terdiri dari 35 pegawai berstatus PNS dan 326 pegawai berstatus TKS.

“Semuanya dites urine, baik PNS maupun TKS, termasuk dokter, untuk hasil tes urine itu sendiri bukan kewenangan kami yang menyampaikan, tapi BNN langsung menyerahkan kepada pak Bupati,” katanya. (KHS-01)