Panen Raya Cabai, Bunda Lia : Bikin Olahan Inovasi

SILAMPARI ONLINE,

MURATARA-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas bersama Kelompok Tani Karya Nyata binaan Dinas Pertanian berhasil melakukan panen raya Cabai merah di Desa Sungai Baung Kecamatan Rawas Ulu.
Penen Raya dihadiri Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Kadis Pertanian dan Perikanan, Camat, Kades, ibu-ibu PKK dan GOW.

Bacaan Lainnya

“Di PKK pun ada program pemanfaatan halaman rumah untuk di tanami Toga atau tanaman bermanfaat lainnya,” kata Ketua TP PKK Muratara Lia Mustika Syarif dalam postingan Instagramnya.

Lia Mustika yang disapa Bunda Lia melanjutkan, pihaknya mengusulkan agar buah cabai juga dibuat olahan inovasi, seperti sambal siap saji yg di kemas dgn baik sehingg memiliki nilai jual dan bisa menjadi oleh-oleh khas. “Membangun suatu daerah tidak cukup hanya dgn pemerintah akan tetapi masyrakat lah ujung tombak dan roda bagi kemajuan suatu daerah,” ucapnya.

Istri Bupati HM Syarif Hidayat mengajak semua petani di bumi Beselang Serundingan ini, harus tetap semangat kerja nyata dan membangun sesuai bidangnya. Misalkan, petani cabai, yang tidak hanya menanam saja melainkan dibuat olahan inovasi yang dapat meningkatkan nilai jual.
“Kita bisa produksi cabai siap saji dan produk lainnya,” ucapnya.

Sementara dalam sambutan Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu visi kepemimpinannya untuk memanfaatkan lahan terlantar untuk di jadikan lahan pertanian yang produktif. Pemda Muratara serius dalam membangun perekonomian masyarakat salah satunya dalam bentuk bantuan alat pertanian, bibit, juga pupuk bagi para kelompok tani yang serius ingin membuat lahan pertanian produktif.

“Kebun cabai juga menjadi alternatif perekonomian bagi masyarakat di tengah-tengah harga Karet yang tidak stabil,” jelasnya.

Terlepas, Udin selaku Ketua Kelompok Tani Karya Nyata menyampaikan, terima kasih pada Pemda Muratara melalui Dinas Pertanian atas dukungannya sehingga mereka berhasil panen raya cabai merah bahkan perpohon cabai berbuah 1 sampai 1,5 KG dan panen sudah mencapai angka Ton.
“Semoga ini juga akan menjadi contoh bagi desa lain bahwa pertanian tetaplah menjadi roda prekonomian yan baik bagi kita,” tuturnya. (Agus)