Paparkan Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Nilai Budaya

SILAMPARI ONLINE, LUBUKLINGGAU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau, H Tamri memaparkan terkait Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Nilai budaya saat menjadi pemateri Dialog Sinergitas Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Selatan di Hotel City, Rabu (25/9/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau, dihadiri seniman, pelaku seni, sejarawan, pemangku adat dan lainnya.

Muat Lebih

Tamri menjelaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau telah melakukan beberapa upaya dalam upaya pelestarian budaya, pertama dibidang Cagar Budaya dan Permuseuman.

Kedua, pembuatan standar operasional izin dan resgritasi situs, pemetaan cagar budaya, benda-benda bersejarah dan kepurbakalaan. Ketiga, berkoordinasi dengan pengelola museum subkos garuda dalam upaya pelestarian dan pendokumentasian tentang benda-benda sejarah dan kepurbakalaan yang ada di Kota Lubuklinggau.

Keempat, bekerja sama dengan Balai Provinsi Sumsel dalam kegiatan Bimtek penulisan ceeita rakyat dan penyuluhan bahasa. Kelima bekerja sama dengan BPNB Sumbar penelitian tentang cerita lisan dan survey tentang tradisi dan budaya Kota Lubuklinggau.

Tradisi yang ada di Kota Lubuklinggau antara lain, Mandi Kasai, sedeka rame. Untuk bidang keseniannya, kegiatan Festival dan lomba seni siswa nasional, karnaval Budaya dan pentas teater, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Silvia Desvi sebelumnya menyebutkan kegiatan dialog tersebut bertujuan agar adanya sinergi, kerjasama dan saling mendukung antara beberapa pihak yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan berbagai masyarakat dalam pemajuan kebudayaan.

“Peserta yang mengikuti kegiatan dialog ini sebanyak 30 orang dari empat Kota Kabupaten yakni, Kabupaten Musirawas, Lubuklinggau, Muratara dan Empat Lawang,” pungkasnya. (HS-01)