Parkir RSUD Empat Lawang Dianggap Terlalu Mahal

PALANG : Penggunaan palang parkir otomatis di RSUD Empat Lawang. Foto diabadikan baru-baru ini.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Parkir kendaraan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang, dikeluhkan.  Retribusi yang diterapkan, dinilai terlalu tinggi, terlalu mahal dan tidak masuk akal.

Direktris RSUD Empat Lawang, dr Devi Andrianty melalui Kabid Rekam Medik dan Perencanaan, Joko Prayitno saat dikonfirmasi menjelaskan, parkir di RSUD Empat Lawang masih tahap uji coba. Karena masih tahap uji coba tersebutlah, maka keluhan yang disampaikan terkait parkir itu akan menjadi bahan evaluasi.

“itukan masih tahap uji coba. Kalau memang ada keberatan dari masyarakat, tentu akan kita jadikan bahan evaluasi,” sebut Joko saat dibincangi Harian Silampari, Selasa (16/7/2019).

Tarif retribusi sebut dia, diterapkan pada tahap awal ini Rp 3,5 ribu per jam. Pihaknya akan melakukam evaluasi jika tarif tersebut dianggap memberatkan. “Namanya masih tahap uji coba, nanti semuanya akan dievaluasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daeara (BP2RD) Enpat Lawang, Aidil Yuliansyah mengatakan, terkait retribusi parkir di RSUD Empat Lawang, pihaknya tidak dapat ikut capur karena status RSUD Empat Lawang merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Mereka bisa menetapkan sendiri tarif parkir karena sudah BLUD,” ucap Aidil.

Kecuali lanjut Aidil, jika parkir yang mereka pungut di luar lingkungan RSUD Empat Lawang, misalnya di bahu jalan di luar pagar gedung. “Jadi, BLUD itu mereka berhak mengelolah sendiri fasilitas di sekitar RSUD dan dari hasil pungutan itu mereka kelolah sendiri untuk pengelolaan di lingkungan mereka,” terangnya.

Hal ini sebut dia, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. “Di aturan itu jelas BLUD boleh melakukan pungutan untuk mereka kelolah sendiri. Jadi itu memang sudah ranah mereka,” tukasnya. (HS-05)