oleh

Pasca Lebaran, Kasus Covid-19 di Musi Rawas Bertambah 77 Kasus

Silampari OnlineĀ 

MUSI RAWAS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura) memastikan tidak ada klaster baru pasca lebaran, namun terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. Bahkan, terhitung sejak minggu pertama pasca lebaran, kasus Covid-19 di Kabupaten Mura bertambah sebanyak 77 kasus.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Mura, Edi Iswanto melalui Sekretaris, M Nizar mengatakan, situasi Kasus per 1 Juni 2021, jumlah kasus secara umum di Mura menjadi 687 orang. Dimana terjadi penambahan kasus baru dalam minggu pertama pasca lebaran sebanyak 77 kasus.

Dikatakannya, kasus aktif 3,2 persen dibawah persentase provinsi yakni 5,6 persen dan nasional 5.5 persen. Kemudian angka kesembuhan mencapaiĀ  91.6 persen diatas provinsi 89 persen dan nasional 91 persen. Untuk angka kematian di Kabupaten Mura hanya 4,8 persen dibawah provinsi 5 persen tapi diatas angka nasional yang hanya 3 persen.

Sedangkan untuk situasi zonasi Desa di Kabupaten Mura, sebanyak dua Desa berada dalam zonasi merah yakni Desa Trisakti dan Desa Rejosari di Kecamatan Megang Sakti. Kemudian untuk zonasi orange sebanyak lima Desa yaitu Desa Donorejo Kecamatan Jayaloka, Desa Nawangasi Kecamatan Tugumulyo, Desa Sukamana Kecamatan STL Ulu Terawas, Megang Sakti I Kecamatan Megang Sakti dan Desa Trimukti Kecamatan BTS Ulu.

“Untuk zonasi kuning sebanyak 17 Desa, Desa Kalibening, Tambah Asri, Surodadi Kecamatan Tugumulyo, Muara Beliti Baru dan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti, Desa Wonosari, Jajaran Baru, Jajaran Baru II, Talang Ubi, Campursari, Megang Sakti II Kecamatan Megang Sakti, Desa Semeteh Kecanatan Muara Lakitan. Kemudian Desa Sumber Asri Kecamatan Sumber Harta, Kelurahan Mangunharjo dan P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi dan Desa Bangun Jaya Kecamatan BTS Ulu. Sedangkan untuk zonasi hijau sebanyak 175 Desa/Kelurahan,”ungkapnya.

Selain itu, peningkatan kasus Covid-19 pasca lebaran bertambah sangat signifikan, namun tidak ditemukan klaster baru. Kasus terjadi karena kontak erat dan klaster traveling. Namun dari aspek penanganan menunjukan, kenaikan yang berarti karena adanya peningkatan kesembuhan dan penurunan kasus aktif.

“Diharapkan bagi Desa dengan zonasi merah dan orenge agar memperketat pelaksanaan PPKM Mikro, sehingga kedepan penyebaran virus lebih terkendali. Selanjutnya bagi zona kuning dan hijau, agar tetap menerapkan prokes, bahkan tim pemantauan prokes lebih diintensifkan misalnya yustisi,”pungkasnya. (Kris)