Paslon Boleh Belusukan, Tak Ada Kampanye Akbar

Ketua KPUD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sunario SE

SILAMPARI ONLINE, – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak kali ini cukup berbeda dari sebelumnya, lantaran merebaknya virus corona atau Covid-19 yang saat ini mengancam kesehatan dan keselamatan siapa saja. Namun, pasangan calon kepala daerah, tetap bisa mensosialisasikan program-program mereka dengan cara belusukan. Namun untuk kampanye akbar ditiadakan untuk pilkada kali ini.

Ketua KPUD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sunario mengatakan kampanye akbar memang tidak diperbolehkan bagi paslon di Pilkada, karena sebagai bentuk dukungan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Jadi paslon bisa melakukan belusukan ke desa-desa, karena memang kampanye akbar tidak diperbolehkan. Selain sebagai bentuk dukungan memutus mata rantai Covid-19. Hal itu, kami nilai cukup efektif karena masyarakat bisa mendengar dan mengenal paslon,” ujar Sunario.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, cara lain bagi paslon untuk mensosialisasikan diri bisa dengan cara virtual. “Selain itu juga paslon bisa mensosialisasikan diri dengn cara virtual bersama masyarakat. Sehingga tidak perlu bertatap langsung,” tambahnya.

Terpisah, Tim Pemenangan Ir H Heri Amalindo MM-Drs H Soemarjono (HERO) Firdaus Hasbullah SH mengatakan, bahwa pihaknya tetap melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat tentang program-program yang akan kita realisasikan dengan sistem protokol kesehatan.

“Kita tetap melakukan sosialisasi dengan masyarakat, dengan mekanisme yang telah diatur KPU. Terutama harus menjalankan protokol kesehatan, terutama mengunakan masker, jaga jarak dan membatasi jumlah pertemuan,” ujarnya.

Sedangkan, Paslon Devi Harianto SH MH-H Darmadi Suhaimi SH (DHDS) mengaku, bahwa pihaknya tetap akan melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat dengan sistem bertatap langsung dengan mengutamakan protokol kesehatan.

“Yang jelas kita akan terus mensosialisasikan diri ke masyarakat langsung. Sehingga kita bisa menyampaikan program kerja dan menyerap aspirasi masyarakat, apa yang dibutuhkan dan yang diinginkan selama ini,” tutur Devi. (ebi)