PBK Kekurangan Armada

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : BADRI/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>PIKET :</strong> Anggita pemadam kebakaran tengah melaksanakan tugas piket dan Armada pemadam kebakaran kabupaten Rejang Lebong standby jika kebakaran terjadi

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong saat ini masih kekurangan untuk memadamkan musiba kebakaran yang setiap saat bisa terjadi.

Muat Lebih

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Rejang Lebong, Sumardi S.sos di saat dijumpai Selasa (8/1) mengatakan saat ini armada yang dimiliki untuk memadamkan musiba kebakaran di15 kecamatan baru 12 unit, termasuk tiga unit mobil tanki yang sudah dimodifikasi.

“Ada dua Pos Damkar tingkat kecamatan yang belum difungsikan karena tidak ada armadanya. Dua ini satu di Kecamatan Sindang Beliti Ulu dan satu lagi di Kecamatan Sindang Dataran,” kata Sumardi.

Dijelaskan Sumardi dua pos Damkar ini belum aktif, namun kedua pos ini, sudah dibuatkan surat keputusan (SK) dan menunggu adanya penambahan armada oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong mengingat kedua daerah ini berada jauh lokasi Pos Damkar terdekat maupun kantor Damkar Rejang Lebong.

” Sejauh ini dari 12 unit mobil PBK yang di miliki terdiri dari sembilan unit mobil PBK, dan tiga unit mobil tanki yang sudah dimodifikasi sehingga selain bisa menyuplai air juga bisa menyemprotkan air sehingga jika sewaktu-waktu ada kebakaran bisa dimanfaatkan untuk pemadaman,” terang Sumardi.

Selain itu pihak damkar juga memiliki empat motor Damkar yang berfungsi untuk melakukan pemadaman di lorong-lorong sempit yang tidak bisa dijangkau mobil Damkar.

“Memenuhi kebutuhan armada PBK ini pihaknya sudah mengusulkan rencana penambahan satu unit yang dimasukan dalam APBD-Perubahan 2019,” ujar Sumardi.

Sementara itu, sepanjang 2018, tercatat ada 16 kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.Dua kasus di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Kepahiang yang posisinya lebih dekat ke daerah itu, dari jumlah itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.(HS-06)