oleh

PCNU Mura Berduka, Kader Terbaik KH Sofwan Syafi’i Wafat

-Musi Rawas-832 Dibaca

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pasalnya, KH Sofwan Syafi’i wafat, Senin (28/12) Sekitar Pukul 15.45 Wib.

Gus Jean Anggara (29) pihak keluarga KH Sofwan Syafi’i membenarkan kalau KH Sofwan Syafi’i wafat  Ba’da ashar kurang lebih Sekitar pukul 15.45 Wib di kediamannya di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barokah Desa Petran Jaya Kecamatan Muara Kelingi. Dimana, almarhum akan dimakamkan esok hari Selasa (29/12) Sekitar Pukul 10.00 Wib di Komplek Pemakaman Pondok pesantren Al Barokah.

Dikatakannya, malam ini pihak keluarga mulai menggelar doa bersama hingga hari Ke 7 di kompleks Pondok Pesantren Al barokah.

Menurut ia, KH Sofwan Syafi’i meninggal karena sakit yang dialami, akhir akhir ini kondisi kesehatan beliau memang kurang baik. Sehingga, wafatnya KH Sofwan Syafi’i menjadi duka mendalam bagi kader NU Mura.

Sementara itu, Ketua Idaroh Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Mura, KH Ali Shodikin yang juga pengasuh Ponpes Darussalamah menceritakan bahwa minggu (27/12) ia masih sempat berjumpa dengan almarhum sebelum melaksanakan kegiatan pembacaan manaqib rutin yang dilakukan di ponpes beliau.

“Atas nama Keluarga besar Idaroh Syu’biyyah JATMAN Mura dan segenap keluarga besar PPDS ikut belasungkawa dan berduka cita atas wafatnya KH Sofwan Syafei dan semoga khusnul khotimah, senantiasa tercurah rahmat dan maghfirah Allah SWT,”kata KH Ali.

Sedangkan, Ketua PCNU Kabupaten Mura,
Kyai Ustman Syafi’i mengakui KH. Sofwan Syafi’i merupakan Rois Suriyah PCNU Mura dan kini beliau banyak berkhidmah memimpin jemaah manaqib yang rutin dilaksanakan setiap hari minggu di pesantren miliknya.

Selain itu, almarhum meninggalkan jejak luar biasa di bidang kaderisasi Nahdlatul Ulama. Bahkan, almarhum juga dikenal sangat perhatian pada kader-kader yang dididiknya dengan selalu memantau dan tidak segan sekedar menanyakan kabar.

Kemudian, almarhum memiliki pengetahuan keNUan dan ke-Indonesia-annya lengkap. Sehingga membuat kader-kader NU yang pernah merasakan tempaannya benar-benar tak akan goyah untuk berbuat terbaik bagi NU dan Indonesia.

Terlepas dari itu, sosok KH Sofwan Syafi’i
adalah orang yang sederhana, humble dan tidak pernah mengeluh. Beliau tidak mengambil jarak dengan siapapun. Juga kepada junior-junior yang dia didik. Ini yang membuat kami semua merasa kehilangan,” tururnya.

Terlepas dari itu, PCNU Mura menghimbau dan mengajak kepada seluruh jajaran pengurus dan Badan Otonom (Banom) NU Kabupaten Mura untuk menyelenggarakan Sholat Ghoib dan pelaksanaan tahlil seusai sholat maghrib untuk Almarhum selama 7 hari. (Musyanto)