PDPM se-Sumsel Desak Muswil Ulang

KUNJUNG : PDPM se-Sumsel saat mengunjungi sekretariat Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Jum'at (31/1/2020) lalu. Foto : Istimewa.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) se-Sumsel mengunjungi sekretariat Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Jum’at (31/1) lalu.

Kunjungan tersebut mempertanyakan sikap PPPM terkait hasil Muswil Pemuda Muhammadiyah Sumsel (28/12/2019). Pertemuan ini dihadiri oleh Rahmatullah Baja Ketua PPPM dan Dzulfikar Ahmad Tawala Sekjen PPPM.

Muat Lebih

“Kita ke Jakarta tujuannya bersilaturahmi dengan PPPM sekaligus menanyakan sikap PPPM yang akan diambil terkait hasil Muswil. Sebelumnya kita sudah mengirimkan surat secara resmi ke PPPM terkait muswil bermasalah, kalau ada orang yang mengatakan muswil tidak bermasalah, maka orang tersebut perlu membaca lagi AD/ART Pemuda Muhammadiyah, PPPM pun mengakui Muswil Sumsel bermasalah” kata Medi, Ketua PDPM Empat Lawang saat dibincangi, Rabu (5/2).

Sementara Yones Tober, Ketua PDPM Muara Enim menjelaskan, hasil pertemuan itu dengan PPPM, PPPM meminta waktu untuk mengadakan rapat mengambil keputusan terkait muswil bermasalah. Sebelumnya PPPM telah mengadakan rapat pimpinan dan menugaskan personal PPPM yang hadir saat muswil untuk berkomunikasi dengan PDPM yang menuntut, tapi hal itu tidak dilakukan.

“Kami optimis tuntutan kami akan dilaksanakan PPPM terkait muswil ulang, karena saya dan teman-teman melihat di PWPM Jateng yang juga dalam muswil dan dituntut 5 PDPM dari 36 PDPM direspon sama PPPM, yang namanya aturan harus ditegakkan, PDPM yang hadir memperjuangkan muswil ulang sesuai dengan AD/ART,” ucapnya dengan semangat.

Disisi lain Ketua PDPM Pagaralam, Wawan berharap kehadiran pihaknya ke Jakarta, agar tidak dipolitisir. Karena kehadiran pihaknya ini dalam rangka Spirit Fastabiqul Khairaat.

“Saya yang juga formatur belum pernah mendapat undangan untuk rapat formatur, kalau ada yang bilang pernah, maka itu pembohongan publik, kami di sini untuk menyelamatkan organisasi Pemuda Muhammadiyah, kami tidak ingin mewariskan keburukan untuk kader dengan mendiamkan dan menganggap hal biasa terkait muswil bermasalah,” ungkapnya. (Rilis/KHS-03)