Pecinta Musik “Satu Atap” Gelar NOBAM

Salah seorang musisi pecinta musik Satu Atap saat menampilkan atraksinya bermain gitar,

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU – Pada 7 September 2019, komunitas pecinta musik “Satu Atap” menggelar acara NOBAM (Nonton Bareng Musisi) di Jon Kopi. Melalui kegiatan diharapkan pecinta musik di Kota Lubuklinggau terus berekspresi dan berkreasi.

“Kami baru saja merealisasikan acara Nonton Bareng Musisi. Kami bereksperimen dengan sebuah ide, melakukan aksi dengan nyata, mencoba merubah mindset bahwa konsep itu di lakukan dengan aksi, bukan di lakukan di status media sosial (menulis saja bisa nya / repost ulang konten orang),”ungkap Gilang Pamungkas pembina komunitas pecinta musik “satu atap”.

Dikatakannya, berikut kami gambarkan, bagaimana menyesuaikan kemampuan atas dasar pengalaman, team work hingga budaya semangat (DIY). Ketentuan konsep menjadi hal utama yang harus diperhatikan saat mengadakan sebuah Gigs.

“Karena orang suka folks, kadang suka metal atau rock and roll. lebih fokus di genre tersebut tidak cukup, apa lagi berasumsi musik harus standar ketika di gelar,”katanya.

Pada tema NOBAM (titik pertama) banyak asumsi NOBAM adalah ajang sharing session kosong yang dilakukan disebuah mini stage. Kami bereksperimen dan menampilkannya. Dua yang mana dari seluruh personil ini pernah terlibat dari seluruh ajang gigs / fest yang ada, hingga gelar sarjana seni (ISI Jogjakarta).

“Namun kami sepakat, gigs bukan soal standar dalam pengetahuan bermusik atau gelar yang diperoleh saja. Gigs adalah salah satu cara untuk bersilaturahmi dan menyebarkan pesan positif dari sebuah karya yang di ciptakan untuk sebuah rasa cinta yang sama atas dasar passion (bukan pesan palsu) gigs local dan karya local itu tidak salah, yang salah ketika kita tidak berbuat apa apa,”terangnya.

Soal gigs, sambung dia selain bisa having fun, setiap acara juga mengenalkan karya local heroes. Secara tidak langsung. Karya dari teman teman bisa di nikmati oleh teman teman terlebih dahulu.
Untuk membuat sebuah event musik atau Gigs diperlukan sebuah team work yang baik.

Mengajak semua orang yang memiliki passion sama adalah cara paling bijak. Karena, mereka bakal totalitas untuk membuat tema, aksi dan gigs yang benar benar ada bukan hanya gigs via media sosial (yang tidak pernah terjadi atau individu besar omong saja).

“Mengerjakan sesuatu atas dasar cinta dan hobi, itu tidak akan bisa di lakukan satu orang, apa lagi hanya satu orang yang mencoba menjadi pahlawan kesiangan pada sebuah scene musik gigs di kota lubuklinggau,”pungkasnya.(HS-01/Rls)