Pedagang Asongan Tewas Ditikam Tuna Wicara

SILAMPARI ONLINE, LUBUKLINGGAU-Sahri (63), warga Jalan Garuda RT 03 Kelurahan Lubuk Aman Kecamatan Lubuklinggau Barat I, meninggal setelah menjalani perawatan medis akibat luka lusuk bagian pinggang.

Tersangkanya, Ujang (60), Juru Parkir, warga Jalan Garuda Rt. 03 Kelurahan Lubuk Aman Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau.

Bacaan Lainnya

Peristiwa dialami korban yang bekerja Pedagang Asongan ini terjadi Sabtu, 12 September 2020 sekira pukul 07.00 wib.

Bermula saat korban sedang bekerja sebagai pedagang rokok asongan di depan Toko Sherly Kosmetik Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Pasar Permiri Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau.

Tiba – tiba dari arah belakang korban merasa ada sesuatu mengenai pinggang kanan bagian belakang, saat ianya menoleh ternyata tersangka Ujang telah melakukan penusukan terhadap dirinya dengan menggunakan pisau.

Selanjutnya tersangka melarikan diri. Korban sempat dirawat inap di RS. Dr. Sobirin Lubuklinggau selama 1×24 jam dan dilanjutkan rawat jalan di rumah korban.

“Pada Senin, 14 September 2020 sekira pukul 15.41 WIB korban meninggal dunia,” jelas Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa melalui Kasat Reskrim AKP Alex Andryan, Selasa (15/9/2020), dalam press rilisnya.

Tersangka ditangkap di Desa Tanjung Sanai Kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu dipimpin kangsung kasatres Lubuklinggau AKP Alex Andriyan.

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka tanpa didampingi ahli bahasa (ahli bahasa tuna wicara), tersangka mengakui telah melakukan penikaman terhadap korban sebanyak satu kali ke arah pinggang kanan bagian belakang dengan menggunakan sebilah pisau.

Barang Bukti (BB) 1 (satu) bilah pisau terbuat dari besi bergagang kayu warna cokelat dengan sarung terbuat dari kulit warna cokelat.

“Tersangka melakukan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain dan atau penganiayaan yang menyebabkan matinya orang sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP,” terangnya. (Jurnalis Silampari)