oleh

Pedagang Eceran BBM Keluhkan Dugaan Praktek Pungli di SPBU

-Musi Rawas-1.331 Dibaca

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Beberapa pedagang bensin eceran mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan saat mengambil Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mereka harus membayar sejumlah uang kepada petugas SPBU agar bisa mendapatkan BBM dalam jerigen untuk kemudian dijual kembali.

“Saya diminta untuk membayar biaya tambahan, apabila mau mengisi jerigen dengan volume 30 liter untuk saya jual kembali,” jelas salah satu pedagang eceran bensin di Kecamatan Megang Sakti SN (35) kepada Silampari Online, Minggu (23/5/2021).

Dikatakannya, untuk 30 liter BBM jenis petralite yang akan dia ecer, diminta membayar sebesar Rp10 ribu di luar harga pembelian BBM. Uang itu dia berikan, agar petugas disalah satu SPBU mau melayani pembelian dalam jerigen.

“Kalau gak dikasih uang, ya kita enggak akan dilayani, Mas,”ujarnya menambahi.

Menurut ia, kondisi ini, membuat mereka harus menyiasati harga saat bensin dijual eceran. Mereka terpaksa mengurangi volume literan  dan menaikkan harga eceran perliternya.

Hal senada juga disampaikan Al (40) mantan pegawai disalah satu SPBU yang ada di Mura membenarkan adanya pungutan setiap pengisian BBM menggunakan drigen. Dimana, untuk satu dirigen ukuran 35 liter BBM jenis petralite Rp10 ribu, sedangkan BBM jenis Solar Rp15 ribu.

“Dari hasil tersebut untuk jenis BBM petralite kita menambahkan komisi Rp2.500 setiap drijen sedangkan 7.500 kita setor kekantor,dan  untuk BBM jenis solar komisinya Rp5000 per drijen,”pungkasnya. (Musyanto)