Pedagang Pasar B Srikaton Ditertibkan

Petugas Sat Pol PP mendorong salah satu gerobak pedagang yang bandel karena berdagang disepanjang atas troator Kelurahan B Srikaton.

Silampari Online, 
MUSI RAWAS- Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menertibkan pedagang pasar B Srikaton yang berjualan di trotoar jalan. Dimana, penertiban tersebut disamping menyalahi aturan sekaligus mendukung penilaian adipura.
“Setidaknya ada 30 personil yang saya kerahkan untuk melakukan penertiban terhadap pedagang yang berjualan di trotoar pasar B Srikaton tersebut,”tegas Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Mura, Samsul Djoko kepada Harian Silampari, Rabu (28/2).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, penertiban pedagang tersebut bukan serta merta dilakukan begitu saja. Sebab, sebelum pelaksanaan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi mengenai larangan berjualan disepanjang trotoar jalan. “Kita sudah lakukan sosialiasi mengenai larangan tersebut. Akan tetapi, masih ada pedagang yang membandel sehingga dilakukan penertiban,”terangnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 33 tahun 2017 tentang Ketertiban Umum (Tibum) dan Perlindungan Masyarakat serta Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2016. “Artinya mengacu pada aturan tersebut salah satunya didalam pasal yang ada bahwa untuk berdagang diatas trotoar tidak diperbolehkan,”tuturnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk mendukung penilaian Adipura daerah Mura. Sehingga, dengan kondisi ini maka kedepan seluruh pedagang yang berjualan diatas trotoar jalan akan dilakukan penertiban secara keseluruhan.“Intinya semua pedagang yang berjualan diatas trotoar sudah kita sosialiasikan untuk tidak lagi berdagang diareal tersebut. Sehingga, bila masih membandel maka tindakan tegas akan kita lakukan sesuai dengan aturan yang ada,”ungkapnya.
Terlepas dari itu, mengacu pada Perbup No 33/2018 semuanya diatur disana. Baik itu aturan ketertiban umum (Tibum),  penyakit masyarakat (Pekat) dan memang kita juga telah lakukan koordinasi, terutama telah menghimbau para PKL dengan menyurati meminta pedagang untuk bisa membatasi waktu berjualan dengan untuk tujuan agar tidak menggangu ketertiban umum.
Sementara itu, Eko (34) sopir angkot warga Sumber Harta menjelaskan, menyambut baik dengan penertiban PKL diatas trotoar. Mengingat, keberadaan PKL yang terlalu ramai diwaktu tertentu membuat kondisi ruas jalan sedikit menggangu pengguna ruas jalan khususnya para sopir yang melintas. “Memang kalau ingin berjualan semua tidak ada larangan. Namun, semua kembali ke penghuna ruas jalan. Karena, jika sampai kondisi sekarang jika ramai kita pengguna jalan tentunya terhambat,”pungkasnya. (HS-02)