Pelajar SMA Bolos dan Duduk di Pinggiran Warnet

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU – Setiap tahunnya saat penerimaan peserta didik baru, sekolah swasta terus mengalami penurunan jumlah peserta didik. Dampaknya ada beberapa sekolah menengah atas (SMA) yang bertahan hanya dengan beberapa anak didik, menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak begitu efisien, sehingga kualitas sekolah semakin menurun. Bahkan berdasarkan penglihatan masyarakat, ada dua SMA yang aktivitas belajar mengajarnya sudah jarang sekali, bahkan dikira sudah tutup. Namun ketika Ujian Nasional (UN) kedua sekolah tersebut ramai.

Muat Lebih

Dikutip di Koran Harian Silampari edisi Selasa (10/9/2019). Salah seorang guru yang tidak mau disebutkan mengakui memang ada beberapa sekolah swasta yang kegiatan belajar mengajarnya tidak efektif. “Selalu sepi tidak ada siswa yan belajar, kalaupun ada hanya ada beberapa anak saja dan bisa dihitung pakai jari, dan saya tidak perlu sebut sekolahnya, masyarakat luas pun sudah tahu dengan sendirinya sekolah mana itu,”ungkapnya.

Anak didik sekolah tersebut sebenarnya datang ke sekolah, namun setelah itu kabur dan duduk-duduk dipingiran halte, main warnet atau berkendara. “Sebenarnya, kalau mutu sekolah swasta baik, banyak masyarakat akan menaruh perhatian lebih, tapi karena ada beberapa sekolah swasta yang kurang konsen, maka berdampak bagi sekolah lain,”pungkasnya.

Sementara Ketua MKKS SMA Swasta Ponijo diminta tanggapan soal mengatakan tidak ada sekolah swasta yang tutup, hanya SMA Muhammadiyah 4, dan itu sudah lama. Sedangkan yang lainnya masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Masih KBM, wong laporan dana BOS masih banyak dibandingkan SMA swasta lain,” ungkap Ponijo.

Ia mengungkapkan untuk sekolah swasta lainnya kegiatan KBM masih ada, namun terkait aktif dan tidaknya yang bisa menjawab adalah kepala sekolah masing masing. Ditanyai mengenai adakah dampak bagi sekolah swasta lainnya, jika ada sekolah swasta yang kegiatan belajar mengajarnya tidak begitu efektif. Ponijo menolak untuk mengomentari , menurutnya hal itu sudah menjadi urusan intern sekolah masing masing.

“Saya sebagai MKKS yang diurusi adanya pertemuan bersama,masukan informasi dari provinsi saya sampaikan, kalau dalam rumah tangga masing masing, kami tidak ikut campur tangan, karena sekolah memiliki visi misi masing-masing,” ungkapnya. (HS-02)