Pelajar SMAN 1 Tutup Jalinsum, Mereka Menuntut Ini

Pelajar SMAN 1 Rawas Ulu saat melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kepsek mundur


Kepsek : Saya Siap Mudur

SILAMPARI ONLINE

Muat Lebih


RAWAS ULU
– Ratusan pelajar SMAN 1, Rawas Ulu Kabupaten Muratara demo tutup jalan. Mereka menuntut Kepala sekolah mereka mundur dari jabatannya. Aksi digelar hari ini, Senin (14/10) sekitar pukul 08.00 WIB.
Pelajar mengungkapkan bahwa banyak kebijakan kepala sekolah tidak mendukung program pendidikan, sehingga 90 persen siswa merasa tidak betah.

Pantauan di lapangan, ratusan pelajar putih abu-abu melakukan aksi bakar ban dan menutup akses jalan persimpangan, Lintas Sumatera Muratara. Perwakilan siswa, Ariski Putra mengungkapkan, banyak kebijakan kepala sekolah yang tidak mendukung kegiatan pelajar. Siswa juga mempertanyakan soal uang sumbangan OSIS yang dianggap tidak transparan.
Aksi yang mereka lakukan ini merupakan aksi yang kedua.

“Ya, 90 persen pelajar disini tidak suka dengan kebijakan kepala sekolah. Banyak yang kami pertanyakan, seperti masalah kegiatan luar sekolah, masalah lomba kita tidak pernah ikut, dan kemana uang infak Jumat juga tidak transparan,” cetusnya.

Ariski menegaskan, aksi yang mereka lakukan murni aspirasi pelajar, tidak ada yang menunggangi, apa lagi melakukan mobilisasi. “Kami minta Kepsek Mundur,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni yang datang langsung ke SMA N0 1 Rawas Ulu mengungkapkan. bahwa pihaknya sangat kecewa dan malu lantaran aksi demo pelajar menutup Jalinsum. Apalagi aksi ini sudah dua kali dilakukan siswa dengan tuntutan yang sama, meminta Kepsek mundur.

“Kalau saya di demo seperti ini, saya langsung mundurkan diri, karena sekolah ini marwahnya sudah hilang. Anak-anak demo, guru-guru demo. Ketika orang tidak suka jangan pernah mengatakan kita baik. Saya akan menghadap Diknas Pendidikan Sumsel, jangan ini berlarut larut. Anak anak ribut, guru ribut demo nutup jalan,” tegasnya.

Dia mengatakan, permasalahan yang mencuat saat ini akibat adanya ketersumbatan informasi dan ‎buruknya manajemen sekolah. “Ini sangat memalukan kabupaten. Meski SMA di bawah Provinsi, karena kami Pemerintah daerah, kami berhak untuk ambil kesimpulan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMA Rawas Ulu Spriyzal mengungkapkan, mendesak agar kepala sekolah harus mundur dengan pernyataan resmi secara tertulis tidak hanya secara lisan. “Jadi itu resmi jangan sampai hanya menyampaikan secara lisan saja. Aksi yang dilakukan pelajar ini cerminan ketidakmampuan kepemimpinan dalam mengelola sekolah” tegasnya.
Sementara itu, Kepsek SMA Rawas Ulu Suhariah mengungkapkan, awalnya masalah itu timbul dari keluhan pelajar mengenai peraturan kedisiplinan, kegiatan ekstra kurikuler, perlombaan dan masalah teknis lainnya.
Menurutnya, ada permasalahan yang tersumbat. “Saya siap mundur jika itu yang diinginkan, tapi regulasinya itu mesti ke Provinsi,” tutupnya.

*sumber : Sumeks.CO