Pelajar SMKN 1 Antusias Ikuti Safety Riding

Salah Satu Guru SMK Negeri I saat mengikuti simulasi safety riding didampingi Kepala Sekolah Puguh Purnomo dan Kanit Diyaksa Polres Lubulinggau Aiptu Jhony Mulyadi

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU-Pelajar SMK Negeri 1 Lubuklinggau, khususnya kelas XII yang usianya mendekati 17 tahun begitu antusias mengikuti kegiatan Safety Riding di Aula Sekolah. Safety Riding merupakan cara berkendaraan yang baik dan mematuhi aturan lalulintas. Kanit Dikyasa, AIPTU Jhony Mulyadi saat diwawancarai Harian Silampari (12/2) mengatakan dalam menjalankan kegiatan safety riding mereka bekerjasama dengan pihak CV Utama Motor.

Muat Lebih

Pada tahun 2018 sendiri, ada tiga sekolah yang telah dikunjungi untuk mensosialiasikan safety riding sendiri yang ditujukan kepada pelajar maupun dewan guru. “Sebelumnya, kami telah mensosialisasikan safety riding ini di SMK Yadika Lubuklinggau, SMKN 4 Lubuklinggau dan MAN 1 Lubuklinggau. Hari ini Senin (12/2) diadakan di SMKN 1 Lubuklinggau dan rencananya akan mensosialisasikan seluruh sekolah tingkat SMA/SMK sekolah Lubuklinggau,” jelasnya.

Dijelaskannya, dalam kegiatan safety riding dijelaskan tentang bagaimana menggunakan kendaraan bermotor yang baik dan benar kepada pelajar. Ketika usianya sudah cukup untuk membawa kendaaran, mereka sudah mengetahui dan memahami cara berkendara secara baik dan benar sehingga tertib dalam lalu lintas. “Banyak yang melakukan pelanggaran lalulintas ini, rata-ratanya para pelajar. Karena mereka tidak mengenal atau belum mengetahui tata cara menggunakan kendaaraan, dan ini juga merupakan upaya untuk pencegahan dan memanimalisir agar jangan menimbulnya kecelakaan serta mengurangi angka kecelakaan,” Jelas Jhony.

Jhony mengatakan, mereka juga berupaya sharing dengan pihak sekolah dan pemerintah agar anak-anak dilarang membawa kendaraan bermotor. Karena anak sekolah, apalagi usianya belum mencukupi yakni belum memiliki SIM sangat tidak diperbolehkan untuk membawa kendaaraan bermotor.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Lubuklinggau, Puguh Purnomo mengatakan selama ini dirinya telah mengarahkan anak-anak didiknya untuk menggunakan angkutan umum untuk mengurangi kemacetan. Selain itu, kenyataan disekolah sendiri lapangan untuk tempat parkiran motor tidak ada dan tidak memungkin untuk jumlah siswanya ribuan hanya ada untuk guru dan staf sekolah. “Dalam peraturan dan ketertiban, itu anak-anak yang belum memiliki SIM tidak boleh membawa kendaraan kesekolah,” katanya.

Dikatakan, Puguh, mereka sangat menyambut baik dengan adanya Kegiatan Safety Riding yang dilaksanakan Polres Lubuklinggau yang bekerjasama dengan CV Utama Motor. Karena, dapat memberikan informasi sekaligus pembelajaran maupun teori kepada anak-anak bagaimana berkendaraan yang aman, sopan dalam berlalulintas serta tata cara memperoleh SIM. “Ini merupakan, suatu yang hal positif untuk memberikan gambaran bagi anak-anak khususnya usia mendekati 17 tahun bagaimana berkendaraan yang baik. Apalagi, mereka dapat mencoba langsung fasilitas yang dibawah, sehingga memberikan gamabaran yang asli dan betul-betul berada dalam keadaan tersebut,” jelas Puguh.

Masih kata Puguh, yang mengharapkan agar program tersebut tidak dilakukan hanya dalam setahun sekali. Tetapi persemester, sehingga para pelajar betul-betul memahami agar dapat menjadi warga yang tertib dalam berlalulintas. (HS-Mg01)