Pelajar SMP Negeri Srimulyo Secara Daring dan Luring

SILAMPARI ONLINE, MUSI RAWAS-Denga adanya Penerapan New Normal didunia Pendidikan oleh pemerintah pada awal tahun ajaran baru 2020/2021 nanti SMP Negeri Srimulyo Jln Sri Mulyo Kecamatan STL Ulu Terawas terapkan sistem belajar mengajar secara daring guna pencegahan penularan covid-19, dan sistem belajar secara Luring khusus untuk kelas 7 SMP guna untuk pengenalan lingkungan sekolah dan guru.

Salah satu Sekolah Menengah Pertama yakni SMP Negeri Sri Mulyo sudah membuka sekolah saat penerapan new normal dengan pembelajaran secara Daring kepada siswa Baru dan secara daring untuk siswa tingkat atas, dan dalam menghadapi NEW NORMAL ini siswa diajar melalu sistem daring yang menggunakan aplikasi zoom, WA, dan email guna pencegahan dan pengendalian covid-19.

Bacaan Lainnya

Kepala sekolah SMP Negeri Sri Mulyo, Ansor M.pd ketika diwawancarai Silampari Online mengatakan setelah lama diliburkan lebih kurang tiga bulan dan akhirnya dengan adanya rancana penerapan new normal pihaknya telah membuka kembali sekolah dengan sistem belajar mengajar secara daring untuk kelas tingakat atas dan luring untuk siswa baru, siswa di perbolehkan datang kesekolahan satu minggu sekali untuk mengumpulkan tugas dan mngetahui ruang kelas mereka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Senin(27/7/2020).

Lanjut Ansor, mengenai belajar mengajar untuk Siswa yang datang satu minggu sekali itu pihaknya sudah menyiapkan masker, sentinizer, tempat pencuci tangan, APD dan kemudian siswa beserta guru wajib mengenakan masker, sedangkan untuk Siswa yang belajar secara daring pihaknya mengizinkan siswa untuk datang satu minggu sekali untuk mengumpulkan tugas. “Pencegahan Covid-19 ini bisa dilaksanakan selama proses belajar mengajar siswa pada saat datang kesekolahan satu minggu sekali itu,” ujarnya.

Ansor menjelaskan, pihaknya khawatir jika belajar mengajar ini terus dilakukan secara daring untuk Siswa baru karena besar kemungkinan siswa sulit untuk menangkap dan menerima pelajaran yang di sampaikan melalui daring, misalnya mengajarkan akhlak yang baik dan pelajaran islam lainnya, apalagi bagi siswa yang tidak memiliki Hp atau alat pendukung lainnya untuk proses belajar secara daring itu sangat mengkhawatirkan.

Lanjutnya, apalagi di SMP ini hampir rata-rata siswanya tidak miliki Hp dan kendala pertama itu dengan jaringan atau sinyal untuk belajar secara daring.

Ansor berharap semoga pandemi Covid-19 ini secepatnya berakhir dan menjadi Zona Hijau sehingga kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara langsung dan bertatap muka dengan pelajar, karena jika terus menerus secara daring besar kemungkinan siswa banyak yang kurang memahami mata pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru, dan sulit untuk menerimanya. (Vivin/silampari online )