Pelaku Pembunuhan Diancam Pasal Berlapis

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : BADRI/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>KONFRENSI PERS : </strong>JM (40) Terduga tersangka pembunuhan mantan istri Asnatun Laili (35) dan kedua putri tirinya Melan (17) dan Chika (10) saat konferensi Pers Senin (14/1) sekitar pukul 17.00 wib

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Setelah diamankan tim gabungan satreskrim polres Rejang Lebong bekerjasama dengan polres Bengkulu Selatan dan dibackup subdit jantras Polda Bengkulu berhasil mengamankan terduga pelaku Pencurian dengan kekerasan Jamhari Alias JAM sehingga menghilangkan nyawa mantan istri Asnatun Laili (35) dan kedua Putri tirinya Melan (17) Dan Chika (10) di Kelurahan Talang Ulu kecamatan Curup timur Sabtu (12/1) didepan hotel Adelia Kota Manna Bengkulu Selatan pagi kemarin

Muat Lebih

Hukuman berat menunggu terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Talang, Ulu Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Jika terbukti pembunuhan ini sudah direncanakan, JM (33) terancam hukuman mati.

Kabag OPS AKP Ari Kurniawan S.ik Rejang Lebong AKBP mengatakan Jamhari (JM) dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman di atas 15 tahun kurungan. 356 KUHP pencurian dengan kekerasan dan 340 pembunuhan berencana Namun tuntutan pada pelaku bisa berubah tergantung hasil pemeriksaan.

” jika hasil pemeriksaan terduga pelaku sudah ada niat dan merencanakan pembunuhan itu, maka dikenakan Pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman mati,termasuk nantinya kita minta ahli undang undang perlindungan anak termasuk hasil visum ketiga korban,” kata AKP Ari Kurniawan.

Hasil pemeriksaan sementara, Jamhari membunuh mantan istrinya, Hasnatul Laili (35), dengan menggunakan sebongkah kayu balok, Sabtu (12/1/2019). Sedangkan kedua anak korban, Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10), dibunuh dengan cara dijerat di bagian leher menggunakan kabel listrik dan casan leptop.

” Menurut keterangan sementara Terduga Pembunuh 1 Keluarga di Pernah Ditolak Minta Rujuk sejak peristiwa perceraiannya dengan JM warga kelurahan Talang Ulu,” kata AKP Ari.

Kedua korban (anak tiri pelaku red) dibunuh pelaku usai memergoki Jamhari saat menghabisi nyawa ibu mereka. Setelah membunuh, Jamhari membawa barang berharga termasuk mobil korban. Dia ditangkap di Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, sekitar pukul 04.41 WIB hari ini.

Dari tangan pelaku berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa, gelang emas, cincin emas empat buah, uang tunai Rp 520.000, STNK mobil, SIM terduga pelaku, satu unit HP android dan tas selempang warna hitam.

Jamhari diduga menjadi pelaku tunggal aksi pembunuhan terhadap satu keluarga yang mayatnya ditemukan di Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Saat membunuh, Jamhari mengelabui tetangga korban dengan mengenakan penutup kepala kain bewarna hitam. Kemudian dia membawa kabur satu unit jenis APV milik korban. Korban diketahui merupakan pengusaha pisang di wilayah Kecamatan Curup Timur.

” Saat ini pelaku tengah menjalani penyidikan jika untuk motif sakit hati karena ditolak Rujuk oleh mantan istrinya ,” singkat AKP Ari.

Sementara itu, Ayah kandung Asnatun Laili Suhardi (65) warga RT 9 Nomor 78 Kelurahan Talang Ulu meminta aparat penegak hukum untuk menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai dengan undang undang yang berlaku di Indonesia.

” Saya minta pelaku dihukum berat karena tindakannya sudah tidak manusiawi lagi sehingga anak dan cucu saya dibunuh dengan kejam,” pinta Suhardi.

Hal senada juga dikatakan mantan suami Asnatun Laili Yoga (35) bahwa Almarhumah Melan (anak kandungnya red) beberapa bulan lalu Dia menelpon saya minta tolong karena hendak diperkosa oleh ayah tirinya,saya bilang laporkan ke polisi dan ibumu setelah dilaporkan ke polisi berakhir dengan damai melalui surat perjanjian.

” Melan sempat meminta agar sekolah sama ayah dijakarta,saya bilang minta izin dulu sama ibumu tidak tahunya Sabtu lalu mendapat kabar kedua anak saya sudah meninggal dunia dibunuh ayah tirinya dan saya berharap pelakunya dihukum setimpal dengan perbuatannya,” singkat Yoga saat disambangi dirumah duka.(HS-06)