Pelanggan Muratara Terbanyak Nunggak Bayar Listrik

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU-Kesadaran pelanggan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dalam membayar rekening listrik perlu ditingkatkan. Betapa tidak, hingga kini tunggakan pembayaran listrik tertinggi dibandingkan daerah lain khususnya Lubuklinggau.
Pelanggan yang menunggak 4 bulan keatas, di Kota Lubuklinggau itu berjumlah 350 pelanggan, Muratara sebanyak 1.731 pelangan, Kecamatan Selangit dan Terawas kurang lebih 589 pelanggan. Dan untuk yang tunggakan 2 bulan sampai 3 bulan keatas itu di Kota Lubuklinggau berjumlah 4.200 pelanggan. Lalu Muratara berjumlah 2.458 pelanggan, sedangkan untuk Kecamatan Selangit dan Terawas berjumlah 1.240 pelanggan.

“Sebelum masa pencabutan untuk warga yang menunggak 2 bulan itu akan didatangi, untuk yang lewat 2 bulan itu disegel dan yang lewat 3 sampai 4 bulan itu baru dilakukan pemutusan. Dan Pemutusan akan dilakukan di bulan Juli dan Agustus mendatang,” jelas manager
PT.PLN (PERSERO) WS2JB Area Lahat Rayo Lubuklinggau, Jl. Sudarso No 05 Lubuklinggau, Mustofa kepada wartawati Silampari Online.

Mengenai pencabutan aliran listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara(PLN) Kepada warga yang belum melakukan Pembayaran listrik melebihi jangka waktu yang telah ditetapkan, terhitung mulai di terbitnya rekening pada tanggal 2 sampai tanggal 20 untuk melakukan Pembayaran, Mustofa menjelaskan, pemutusan liran listrik itu sesuai dengan prosedur perusahaan. Jika pelanggan memakai listrik selama satu bulan itu dicatat dan di bagi dalam pemakaiannya, sekitar tanggal 2 itu rekeningnya sudah terbit dan di berikan waktu untuk pelanggan dari tanggal 2 sampai 20 untuk melakukan pembayaran. Kemudian apabila lewat dari tanggal 20 sampai akhir bulan itu masih satu lembar namun tetap terhitung tunggakan satu lembar karena melewati masa pembayaran normal dan sedikit dikenakan biaya keterlambatan.

“Otomatis kalau sudah masuk bulan berikutnya itu sudah terhitung 2 bulan dan sesuai peraturan PLN yang menjadi kesepakatan antara PLN dan Pelanggan itu sudah diputus walaupun tidak dibongkar,” terangnya.

Pemutusan aliran listrik, jika lebih dari 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan sampai 5 bulan itu dikatakan tidak ada niatan atau kesanggupan membayar, sesuai dengan peraturan PLN itu dibongkar. Dan apabila pelanggan masih ingin melunasi, itu bisa dilunasi tapi ada biaya lagi yaitu biaya penyambungan, kemudian baru kita sambung kembali.

“Sebelum masa pencabutan untuk warga yang menunggak 2 bulan itu akan didatangi, untuk yang lewat 2 bulan itu disegel dan yang lewat 3 sampai 4 bulan itu baru dilakukan pemutusan. Dan Pemutusan akan dilakukan di bulan Juli dan Agustus mendatang,” jelasnya.

Mustofa berharap, semoga pelanggan memahami bahwa Listrik ini adalah kebutuhan pokok bukan lagi sekunder, karena sudah sangat pokok sekali, baik mengelola makanan, minuman, belajar, dan lain sebagainya. Itu semuanya sudah hampir menggunakan Listrik, jadi mari kita sama-sama menjaga, apabila ada potensi-potensi yang mengganggu supra Listrik tolong dikabari, seperti pohon yang dekat dengan jaringan Listik supaya direlakan untuk di tebang, hindari menanam pohon-pohon berdekatan dengan jaringan Listik, dan diharapkan pelanggan dapat membayar tepat waktu pada tanggal 2.
“Ayo kita sama sama menjaga listrik agar tetap lancar tanpa ada gangguan,” ajaknya.

Laporan : Vivin
Editor : Agus H