Pemahaman Perizinan Secara Online Masih Rendah

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>SEPI : </strong> Kondisi pelayanan kantor DPMPTSP Mura terlihat sepi karena pengajuan perizinan sudah diterapkan melalui sistem online kendati pemahaman tentang IT masyarakat masih rendah, Senin (28/1).

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Masih rendahnya pemahaman tentang informasi teknologi (IT) teknologi berimbas terhadap Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu untuk Publik berupa sistem cloud yang dapat digunakan oleh instansi Pemerintah secara GRATIS. Padahal, Si-CANTIK merupakan aplikasi berbasis web yang terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) untuk perizinan berusaha maupun layanan lain.

Muat Lebih

Kepala DPMPTSP Kabupaten Musi Rawas (Mura), Yudi Fachriansyah Ishak melalui Kepala Bidang (Kabid) Perizinan dan Non Perizinan, Mei Juanda mengatakan, bahwa pelayanan perizinan sudah diterapkan melalui dua sistem online yakni aplikasi OSS dan Si-Cantk Cloud.

“Kalau aplikasi OSS yakni untuk pengajuan izin usaha dagang terdiri dari CPO, perkebunan, pabrik dan usaha dagang lainnya,”jelas Mei kepada Harian Silampari, Senin (28/1) diruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk aplikasi OSS sudah terintegrasi secara online ke pusat yakni Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM-RI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimana, bagi masyarakat yang akan mengajukan izin dagang dapat dapat mengakses oss.go.id danmendaftar serta mengentri sendiri melalui email.

“Bila pengajuan sudah sesuai syarat atau memenuhi komitmen maka izin yang diajukan bisa efektif dan masyarakat tidak harus kekantor,”terangnya.

Selain itu, OSS saat ini pihaknya juga menerapkan sistem pelayanan Si-Cantik Cloud untuk pelayanan izin non usaha seperti izin praktek perawat, bidan, dokter, penelitian secara gratis dengan catatan syaratnya harus lengkap.

“Memang hampir setiap hari mayoritas pengajuan yakni pelayanan izin non usaha. Akan tetapi, bilamana ada yang tidak paham melalui dua aplikasi bisa langsung kekantor,”paparnya.

Hanya saja, diakui untuk tingkat pemahaman IT teklonlogi yang sangat rendah. Maka banyak masyarakat belum mengetahui bahwa permohonan izin bisa secara online melalui program aplikasi OSS dan Si-Cantik Cloud. Sehingga, dengan kondisi ini maka pihaknya berupaya memberikan informasi kepada masyarakat melalui aparat tingkat Desa dan Kecamatan terkait penerapan pelayanan tersebut.

“Intinya perlu diketahui oleh apabila didalam sistem aplikasi OSS dan Si-Cantik Cloud ada keterangan belum efektif artinya izin yang bersangkutan belum sah. Sehingga, dengan begitu harus konfirmasi ke DPMPTSP Mura langsung,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Aliudin mendesak agar DPMPTSP Mura dapat gencar mensosialisasikan terkait pelayanan perizinan secara online melalui dua aplikasi tersebut. Sehingga, dengan begitu maka masyarakat khususnya para pengusaha mengetahui metode sistem tersebut.

“Pada dasarnya sistem apapun yang digunakan maka kami berharap agar proses pelayanan perizinan dapat cepat dan transparan sesuai dengan aturan yang ada serta terpenting mudah dipahami masyarakat,”pungkasnya. (HS-03)