Pembangunan Kolam Renang dan Waterboom Tidak Rampung

BANGUN : Lokasi pembangunan kolam renang dan waterboom di Desa Bukit Menyan Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang yang tidak rampung, Kamis (26/3/2020). Foto : Darul Qutni/Silampari Online.

SILAMPARI ONLINE, KEPAHIANG – Pembangunan kolam renang dan waterboom di Desa Bukit Menyan Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang sebagai realisasi pembangunan dari Dana Desa 2019 sepertinya tidak rampung.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penyebabnya diduga adalah dana sebesar Rp 234 juta dari Dana Desa 2019 pada desa itu, dibelikan tanah seluas kurang lebih sehektar yang rencana sebelumnya akan dugunakan untuk membangun Waterboom.

Muat Lebih

Tanah tersebut dibeli dengan salah seorang warga Keban Agung. Saat dibeli, sebagian masih kebun dan sebagian berupa sawah. Pembayaran tanah dilakukan Kades Bukit Menyan sebanyak dua kali, yang pertama dibayar sebesar Rp 50 juta dengan uang tunai dan pembayaran yang kedua melalui transfer bank.

Tentu saja sebut sumber berita ini, secara mekanisme yang berlaku, Dana Desa yang dikucurkan pemerintah pusat tidak diperbolehkan untuk pembebasan lahan. Karena akan menyalahi petujuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk tekhnis (juknis) realisasi Dana Desa.

Masih kata sumber berita ini, kegiatan titik nol telah berlangsung pada tanggal 11 Juli 2019, dihadiri Camat Bermani Ilir, Kapolsek, Babinsa,dan tokoh masyarakat. Item pembangunan yang digarap pada titik nol tersebut berupa Kolam Renang dan Waterboom serta Jalan dengan konstruksi rabat beton.

Namun anehnya, saat wartawan media ini ke lokasi pada Rabu (25/3), belum terlihat bangunan yang dumaksud. Yang ada hanya hamparan sawah yang sudah kering yang sudah berdiri pondasi.

Dari pantauan di lokasi, juga terlihat ada tumpukan batu gunung sisa pembuatan pondasi tersebut dan semuanya sudah dltumbuhl rumput liar.
Juga ada papan proyek yang masih menempel di salah satu pondok yang berisi informasi Pembangunan Kolam Renang dan Waterboom dengan volume 20 x 20 meter dengan nilai proyek Rp 200 juta dlcoret dan ditulis di bagian sampingnya, Rp 109.565.300.00. Sumber Dana Desa Tahun 2019, pelaksana TPK.

Salah satu warga desa setempat yang kebetulan ada di lokasi mengatakan, bahwa bangunan tersebut tidak selesai karena terkendala buaya. “Iya, tidak selesai. Katanya ada buayanya,” kata warga tersebut.

Sementara, Kepala Desa Bukit Menyan Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, Suwiknyo saat ditanya soal pembangunan kolam renang dan Waterboom yang tidak selesai tersebut mengatakan, jika anggarannya dialihkan di APBDes Perubahan. Saat ditanya dialihkan ke mana, dia menjawab jika anggarannya dialihkan ke pembangunan rabat beton.

“Pembangunan jalan rabat beton, mas,” jawabnya singkat. (KHS-06)