Pembeli Bendera Masih Sepi

MURATARA -Menyambut HUT Republik Indonesia (RI) yang ke 74 tahun, penjual bendera menjamur dipinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya Desa Lawang Agung, Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara. Menariknya lagi, para pedagang berasal dari Provinsi Bengkulu untuk meraup rejeki di Kabupaten Muratara. ?Pedagang mengaku, memang belum banyak masyarakat yang membeli, namun lonjakan pembeli biasanya terjadi satu minggu menjelang perayaan Hut nanti.
Hasmon (55) warga asal Kota Bengkulu yang menjajakan bendera dan umbul-umbul di sekitar Jalinsum Muratara mengaku, sudah tiga kali mendatangi Kabupaten Muratara untuk menjual bendera jelang peringatan Hut RI. “Iya saya sengaja ke sini, tiap tahun jualan bendera,”ujarnya, Selasa (6/8).
Dia mengatakan, kalau untuk sekarang pembeli belum terlalu banyak, kendati begitu, tetap bersemangat menjajaki dagangannya berdasarkan pengalamanya, aktivitas jual beli bendera akan mulai meningkat satu minggu sebelum peringatan Hut RI.
“Tahun sebelumnya sama, satu minggu mau peringatan baru banyak yang beli. Biasanya yang borong dari intansi perkantoran, dan ada juga warga-warga yang ikut beli,”jelasnya.

Dijelaskannya untuk harga bendera sangat bervariasi dari Rp4 ribu hingga Rp350 ribu, tergantung dengan jenis, ukuran dan panjang bendera. Rata-rata semua pedagang bendera di sekitar Jalinsum Muratara, mengambil bendera dari tempat produksi yang sama.
Karena bendera-bendera itu lebih banyak di produksi di daerah pulau Jawa, Khususnya daerah pasar wetan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Para pedagang bendera ini, mengunakan beberapa trik khusus untuk menarik peminat masyarakat. Seperti menjajakan daganganya secara terpisah dan berkelompok.
“Sekitar jalan ini ada 6 titik yang dagang bendera. Biasanya kita sistim titip sama orang, jadi kelihatan yang berdagang benderanya banyak. ?Kalau tidak beli di sini mungkin di ujung sana mereka beli,”akunya.
Untuk potensi, para pedagang mengaku kabupaten Muratara sangat berpotensi untuk transaksi jual beli seperti atribut bendera dan umbul-umbul. Itu lantaran Kabupaten Muratara merupakan daerah otonomi baru dan belum banyak perkantoran yang memiliki stok bendera maupun umbul-umbul, untuk menyemarakan kemeriahan Hut RI. “Potensi disini cukup banyak, karena masih banyak yang beli,” jelasnya.
Berapa omset perhari, ia menuturkan mengenai omset tidak menentu terkadang tidak laku sama sekali dan terkadang hasil jualan mencapai ratusan ribu. “Ya tidak menentu pendapatan perharinya,”katanya.

Sementara itu, Kades Lawang Agung Kaharudin mengatakan, aktivitas pedagang dadakan ini mulai muncul dalam waktu beberapa hari terakhir. Pihaknya meminta para pedagang tetap tertib dan tidak menjajakan dagangan mereka, sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan.
“Mereka pedagang musiman. Tapi mereka harus tertib jangan sampai mengganggu jalan,” ucapnya. (HS-04)