Pembunuh Ujang Putih Dihukum 20 Tahun Penjara

terdakwa Jemedi dikawal dua anggota Polres Lubuklinggau menuju sel tahanan PN Lubuklinggau, usai menjalani persidangan, Kamis (13/12/2-2018). foto Ist

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU-Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau menghukum terdakwa perkara pembunuhan Jumedi alias Medi (26) selama 20 tahun. Vonis yang dibacakan majelis hakim diketuai Hendri Agustian dengan anggota Hakim Ferdinaldo SH,MH dan Tatap Situngkir SH dengan Panitera Pengganti (PP) Harmen SH, lebih berat dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelum JPU Hapid menuntut 18 tahun penjara.

Muat Lebih

“Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi, alat bukti dan pengakuan terdakwa Medi serta fakta yang terungkap dalam persidangan, kami berkesimpulan terdakwa Medi terbukti sah melakukan pembunuhan berencana dengan pasal 340 KUHP. Kami menyatakan terdakwa Medi bersalah dan menyakinkan telah membunuh secara berencana,” kata hakim Hendri Agustian,
Hal –hal memberatkan, terdakwa melakukan penusukan yang tidak ingat berapa kali hingga korban Ujang Putih meninggal dunia. Hal-hal meringankan, berlaku sopan dan mengaku terus terang.
Usai majelis hakim membacakan vonis, mempersilahkan terdakwa Medi untuk menjawab atas putusan tersebut. “Bagaimana terdakwa Medi, apakah menerima atau naik banding ke tingkat Pengadilan Tinggi,” tegasnya, yang langsung dijawab Medi. “Saya menerima dan ikhlas,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui sidang sebelumnya, perbuatan terpidana ini bermula Minggu 22 Juli 2019 sekitar pukul 17.00 WIB, terdakwa sedang berjualan Mi Ayam dilapaknya di Jalan Garuda Hitam depan lapangan Kurma Kelurahan Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.
Saat itu melintaslah korban dengan mengendarai sepeda motor melewati lapak jualan terdakwa dengan berkata”Oe Medi”.
Dan dijawab oleh terdakwa,”Mampir dulu mang”.
Mendengar panggilan terdakwa korban pun berhenti dan turun dari sepeda motornya mendekati terdakwa.
Melihat korban turun dari sepeda motornya, terdakwa mendekati korban dan berkata ”Ininah luko aku belum kering”.
Lalu karena terdakwa yang masih menyimpan sakit hati kepada korban mengeluarkan sebilah pisau dari di pinggangnya, dan langsung mengayunkan pisau tersebut ke bagian dada sebelah kiri korban. Saat itulah, korban terjatuh di tengah jalan.
Tak puas sampai di situ, terdakwa kembali menusuk tubuh korban berkali-kali ke bagian perut dan dada korban, korban sempat menangkis tikaman terdakwa, namun terdakwa tetap menusuk ke bagian punggung korban.
Lalu korban menendang terdakwa dengan kaki kirinya hingga tubuh korban terbaring di jalan dengan berlumuran darah.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut, langsung berkumpul, melihat masyarakat berkumpul, terdakwa pun langsung kabur.
Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami luka tusuk bagian dada, perut, dan punggung. Korban juga mengalami luka pada bagian tangan kanan dan kiri, hingga menyebabkan korban tewas.
Oleh JPU, Jumedi alias Medi didakwa melanggar pasal 340 KUHP atau 338 KUHP dengan ancaman seumur hidup. (HS-08)