Satu Untuk Semua

Pemerintah Diminta Ambil Langkah Cepat Atasi Persoalan Byar-pet

Silampari Online,

EMPAT LAWANG- DPC Partai Demokrat Kabupaten Empat Lawang, mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, segera menuntaskan permasalahan listrik di Kabupaten Empat Lawang. Sebab, sejak Kabupaten Empat Lawang berdiri 11 tahun lalu, permasalahan byar-pet listrik di kabupaten ini belum juga tuntas teratasi.

“Salah satu yamg jadi pertimbangan Investor luar, mereka akan melihat kondisi listrik. Jika byar-pet seperti sekarang ini, sampai kapanpun Kabupaten Empat Lawang akan kesulitan memasukan Investor ke daerah ini. Ini artinya, sulit bagi kabupaten kita mengejar ketertinggalan dari daerah lain,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Empat Lawang, Herman Rusul saat dibincangi Harian Silampari, Minggu (16/9).

Persoalan listrik sebut dia, bukan hanya persoalan PLN, namun persoalan pemerintah dan masyarakat di kabupaten ini juga. Pihaknya sendiri sebut dia, melalui Fraksi Demokrat di DPRD Empat Lawang, sudah menyampaikan permasalahan listrik tersebut melalui pandangan fraksi. “Namun sayangnya, respon pihak PLN kami nilai belum serius. Mereka mengirimkan pegawai mereka untuk berdialog dengan kita di dewan, bukan orang yang bisa mengambil kebijakan, hanya bawahan yang ujung-ujungnya hanya bisa menyampaikan dan menyampaikan, itu saja,” kata Herman.

Perlu diketahui terang dia, pada persoalan listrik di kabupaten ini, masyarakat tidak perlu retorika saja, namun eksen yang nyata mengatasi permasalahan byar-pet listrik setiap saat. Jangan sampai ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja PLN mencapai puncaknya, hingga tidak dapat terkendali lagi.

“Kalau sudah begitu, tentu saja semua elemen di kabupaten ini yang menjadi sasaran dinilai tidak becus hadapi persoalan,” cetusnya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi listrik PLN di Kabupaten Empat Lawang, akhir-akhir ini kembali menjadi sorotan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, seringnya terjadi byar-pet akhir-akhir ini hingga membuat sebagian masyarakat merasa kesal.

“Coba bayangkan, pernah saja dalam semalam itu terjadi lebih dari 10 kali byar-pet. Seperi lampu disco saja, listrik PLN ini,” ucap Khoirul, warga Tebing Tebing Tinggi.

Bahkan sebut dia, seringnya matinya aliran listrik menjelang waktu Magrib, disesalkan warga. Padahal, saat waktu tersebut, masyarakat sangat membutuhkan penerangan, karena hendak menjalankan ibadah shalat Magrib.

“Kami sebagai konsumen tidak tahu menahu masalah PLN. Karena kami sudah bayar, tentu merupakan hak jika kami menanyakan pelayanan prima,” cetusnya. (HS-05)

Komentar
Loading...