Pemilih Wajib Rekaman e-KTP

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Empat Lawang, menggelar kegiatan bimbingan tekhnis (Bimteks) penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran pemilukada serentak 2018, di aula Hotel Kito Tebing Tinggi, Selasa (27/2).

Muat Lebih

Kepada Harian Silampari, salah seorang nara sumber dari KPU Kabupaten Empat Lawang dalam kegiatan itu, Panji Patrianegara mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih yang digelar petugas panitia penutakhiran data penilih (PPDT) beberapa waktu lalu.

“Salah satu tahapan sesudah kegiatan PPDP itu adalah pemutakhiran data pemilih. Pemutakhiran data pemilih ini bahan bakunya adala Coklit kawan-kawan PPDP lakukan kemarin dan hari ini kita mengajari kawan-kawan PPS, cara pemutakhiran data pemilihnya,” ungkap Panji di sela-sela kegiatan.

Dijelaskannya, pada kegiatan yang dilakukan pada hari ini (kemarin, Red), merupakan anggota Panwas, PPK/PPS dalam hal ini hanya ketua, anggota yang membidangi pemutakhiran data, bersama operator. “Yang dihadirkan pada hari ini baru 6 kecamatan. Sisanya 4 kecamatan lagi akan mengikuti kegiatan (Bimteks) ini, besok (hari ini, red), karena kegiatan kita dilakukan pada dua hari berturut-turut,” ucapnya.

Diapun mengatakan, salah satu penyampaian khusus yang disampaikan pihaknya pada kegiatan ini, agar peserta menyampaikam ke masyarakat, bahwasanya syarat mutlak untuk bisa memilih di pemilukada serentak tahun 2018, sudah melakukan perekaman e-KTP. 

“Walaupun dia belum mempunyai blanko e-KTP, tapi kalau sudah melakukan perekaman itu sudah bisa kita urus tiketnya. Jika yang bersangkutan belum merekam, walau sudah tinggal di sini sudah lebih dari 6 bulan, itu tetap tidak bisa memilih,” ujarnya.

Karena, lanjut Panji, Undang-undang terbaru nomor 7 tahun 2017 kemarin, mengamanatkan mereka yang sudah melakukan perekaman e-KTP yang hanya bisa memilih. Dan itu kata dia, yang disampaikan pihaknya ke PPS agar menysosiialisasikan itu secara masif ke masyarakat bahwa perekaman e-KTP itu sangat penting. Kedepan, sebagai penyelenggara pemiukada KPU tidak bisa disalahkan lagi oleh masyarakat karena tidak bisa ikut memilih. 

“Jangan sampai asumsi masyarakat yang menilai KPU tebang pilih, padahal aturanya memang seperti itu. Kita sudah gencar sosialisasi, kita sudah jemput bola ke Capil dan Capil juga sudah diperintahkan bupati untuk turun langsung ke kecamatan-kecamata untuk melakukan perekaman. Harapan kita seluruh masyarakat dapat terakomodir semua,” pungkasnya. (HS-04)