Pemkab Empat Lawang Siap Terapkan New Normal

Foto : H Joncik Muhammad

SILAMPARI ONLINE,

EMPAT LAWANG – Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan pada Minggu (31/5), ada 102 daerah di Indonesia yang berstatus zona hijau dan bisa menerapkan New Normal.

Bacaan Lainnya

Dari ratusan kabupaten/kota di Indonesia, empat kawasan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) turut masuk dalam daftar tersebut. Yaitu Kabupaten Empat Lawang, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dan Kota Pagar Alam Sumsel.

Empat kawasan di Sumsel tersebut tercatat memiliki kasus positif Corona Covid-19 yang lebih sedikit, dari 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Seperti di Kabupaten Empat Lawang, yang tercatat sebagai daerah zero transmisi lokal Corona Covid-19. Hanya ada satu orang pasien positif Covid-19. Namun pasien yang merupakan tenaga medis ini, terpapar Corona Covid-19 dari pasien di Kota Lubuklinggau Sumsel.

Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengucap rasa syukur, karena kabupaten yang dipimpinnya masih berstatus zona hijau. Untuk satu orang pasien positif Covid-19 juga, bukan merupakan penularan transmisi lokal, namun penularan secara impor.

“Alhamdulillah Empat Lawang masih kategori zona hijau. Ini mungkin jadi pertimbangan gugus tugas pusat, jika Kabupaten Empat Lawang masuk New Normal,” ungkapnya.

Bagaimana bisa dia mengamankan daerahnya dari paparan penularan Covid-19, yang terus bertambah di Sumsel?. Menurutnya, seorang pemimpin harus mempunyai jiwa strong leader dan merasa terpanggil untuk mencegah pandemi Covid-19 di daerah yang dipimpinnya. Salah satu langkah yang diambilnya, pada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 , Joncik Muhammad langsung bergerak cepat mengukuti langkah Presiden Jokowi di daerahnya, untuk pencegahan lebih awal penularan Covid-19.

“Hari itu juga saya buat gugus tugas di kabupaten, kecamatan, desa hingga kelurahan. Kita harus perang lawan Covid-19. Saya perintahkan kepala desa (kades) dan lurah 1×24 jam harus memantau dan berkoordinasi dengan puskesmas dan pustu. Termasuk mengetahui informasi warga yang baru datang, termasuk riwayatnya dari mana,” katanya.

Jika ada warganya yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Orang Tanpa Gejala (OTG), harus ada laporan khusus untuk ditindaklanjuti. Ternyata cara ini ampuh dilakukan tiga bulan terakhir, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Empat Lawang.

Untuk perawatan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sendiri, tim medis di Kabupaten Empat Lawang menerapkan beberapa langkah penanganan. Yaitu isolasi mandiri di rumah sakit selama dua kali 14 hari, isolasi mandiri di Gedung PDP Center Kabupaten Empat Lawang dan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sedangkan satu orang pasien positif Covid-19, saat ini masih dirawat di rumah sakit.

“Kita juga membuka pos di perbatasan, timnya dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dinas kesehatan, dinas perhubungan, gugus tugas, TNI, polisi dan Babinsa,” katanya lagi.

Tim pengawasan di perbatasan tersebut, secara ketat mendeteksi suhu tubuh para pendatang. Jika ada para pendatang dengan suhu tubuh tinggi, akan langsung dilakukan rapid test di pos.

Terlebih jika pendatang datang dari luar kota, seperti zona merah di Sumsel atau di luar Sumsel, akan langsung didata dan diidentifikasi.

Saat masa mudik jelang Idul Fitri 1441 Hijriah, Bupati Empat Lawang mengakui sedikit kerepotan dengan banyaknya pemudik. Terutama para warga yang terpaksa pulang kampung, karena terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat pandemi Corona Covid-19.

“Tapi tidak bisa ditolak, apalagi mereka diberhentikan dari pekerjaannya karena dampak Covid-19. Harus kita terima, dengan pengawasan yang ketat,” katanya.

Keterbatasan fasilitas kesehatan (faskes) seperti tidak adanya rumah sakit rujukan, ternyata bukan menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang untuk tidak melakukan pencegahan penularan Covid-19.

Rumah sakit rujukan sendiri, hanya ada di daerah terdekat, seperti Kota Lubuklinggau, Pagar Alam dan Kabupaten Lahat.

Kendati sudah ditetapkan sebagai zona hijau, Joncik Muhammad akan tetap menerapkan pengawasan ketat. Bahkan ada empat posko perbatasan yang akan diperpanjang masa tugasnya, untuk memantau warga yang keluar masuk di Kabupaten Empat Lawang.

“Insyaallah tahap awal ini tidak ada lagi terkonfirmasi positif Covid-19. Alat Pelindung Diri (APD) disiapkan pun sudah disebar,” ucapnya. 

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, AKBP Wahyu kembali meminta masyarakat di kabupaten ini untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Apalagi Kabupaten Empat Lawang segera melaksanakan New Normal karena Empat Lawang.

“Dalam rangka menerapkan New Normal agar semua masyarakat di Kabupaten Empat Lawang selalu patuh terhadap protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” katanya.

“Kita sendiri akan menyiapkan tempat cuci tangan di tempat keramaian serta akan melakukan penyemprotan disinfektan dengan menggunakan tank semprot gendong cara door to door,” tambahnya.

Di sisi lain, Sekda Empat Lawang, H Edison Jaya, menyampaikan, bahwa Empat Lawang siap mendukung program New Normal Life dari pemerintah. “Satgas kabupaten untuk secepatnya membuat surat edaran imbauan bupati,” katanya. (frz)