Penerimaan Premi Pembayaran Klim Peserta PMK

Silampari Online

LUBUKLINGGAU – PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Lubuklinggau mendata penerimaan Iuran Program Tunjangan Hari Tua (THT), pensiun Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp.36.998.857.824,00.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan Kepala PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Lubuklinggau, Daniel Paruhum Panggabean kepada Harian Silampari, Selasa (8/10).

“Total tersebut THT, Pensiun, JKK dan JKM yang diterima Periode Juli 2019 sampai dengan September 2019 dari 8 Pemda di Wilayah Kerja PT Taspen (Persero) Cabang Lubuklinggau,”ungkap Daniel.

Total penerimaan sebesar Rp.36.998.857.824,00 ini jika dikalkulasikan sebesar Rp.12.332.952.608,00 per-bulan dengan rincian, untuk THT sebesar Rp.4.519.925.947,00, Pensiun Rp 6.606.040.635,00, JKK Rp. 302.909.679,00 dan JKM Rp. 904.076.347,00.

“Penerimaan premi tersebut, kata dia sangat dibutuhkan oleh PT Taspen (Persero) untuk pembayaran klim kepada peserta yang mengalami kejadian PMK (Pensiun, Meninggal dan Keluar),”jelasnya.

Kedepan, pihaknya berharap kepada Pemerintah Daerah untuk Penerimaan IWP 8 persen tersebut dapat disetorkan dibawah tanggal 5 setiap bulan dan iuran JKK dan JKM dapat disetorkan kepada PT Taspen (Persero) tidak melebihi tanggal 10 setiap bulannya.

Lebih lanjut, Daniel mengatakan untuk Update Aplikasi SIMGAJI saat ini hanya melakukan update mutasi finansial secara manual atas kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat serta mutasi atau Perpindahan tempat kerja.

Kondisi yang diinginkan adalah Aplikasi SIMPEG Pemda yang ada saat ini dapat menghasilkan out put percetakan untuk kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat atau mutasi tempat kerja dan dapat mengirimkan data tersebut langsung ke Aplikasi SIMGAJI.

Dan Aplikasi SIMGAJI hanya melakukan approval atau persetujuan atas perubahan data tersebut. Keuntungan yang diperoleh adalah tidak lagi dilakukan mutasi manual, dapat mengurangi kesalahan dalam entry data dan pencetakan daftar gaji otomatis terupdate secara system.

“Dengan integrasi SIMPEG dan SIMGAJI dapat membaca TMT kenaikan gaji berkala yang merupakan sarana penting menghitung kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala di tahun berikutnya,”ungkapnya.

Dikatakannya, SIMGAJI dapat memprediksi anggaran untuk tahun berikutnya berdasarkan informasi tmt gaji berkala tersebut, sehingga Pemda dapat memproyeksikan anggaran lebih presisi berdasarkan pergerakan mutasi di tahun mendatang.

“Dalam upaya Integrasi Aplikasi SIMGAJI dan SIMPEG, bagi Pemda yang berminat dapat mendaftar untuk kami teruskan ke Divisi IT PT Taspen (Persero) Kantor Pusat,”katanya.

Dijelaskannya, hasil temuan Audit BPK Tahun 2018 ditemukan sebanyak 6.400 record data yang kode jiwa gaji tidak sesuai dengan kode jiwa keluarga pada database TASPEN dan hingga saat ini masih tersisa 3.445 record yang perlu penyelesaian.

Dari hasil analisa, masih banyak data keluarga pada aplikasi SIMGAJI yang kosong sedang pada data gajinya terdapat tunjangan suami/istri/anak, terindikasi terlanjur bayar karena suami/istri/anak sudah mengalami kejadian meninggal tetapi tidak dilaporkan ke BPKAD/BKD.

“Dan juga terindikasi terlanjur bayar karena anak sudah diatas 21 tahun dan tidak melampirkan Surat Keterangan Kuliah, Umur anak sudah melebihi 25 tahun tetapi masih tertunjang digaji,”pungkasnya. (HS-01)