Pengacara : Seharusnya KPH Tindak Tegas Perusahaan, Jika Melanggar MoU

*Sidang Lanjutan Kasus karhutlah PT HBL di PN Sekayu

Suasana sidang perkara Karhutlah di Pengadilan Negeri Sekayu, Kamis (6/2/2020). Foto : Heri_Biro Silampari Online



SILAMPARI ONLINE, MUSI RAWAS- Majelis Hakim Pengadilan Negeri kelas II Sekayu kembali melanjutkan persidangan kasus Karhutlah PT.Hutan Bumi Lestari (HBL ) dengan terdakwa Alfarug Khadafi (37) selaku direktur operasional perusahaan dan mendengarkan keterangan Saksi-saksi dari kepala UPTD KPH Lalan Mangsang Mendis. Ir Salim Jundan MSi. Beserta stafnya, yang mana dalam tiga kali persidangan tidak hadir alasan ada kegiatan lain.

Dalam persidangan yang ke-5 ini. Dibuka.oleh Majelis Hakim ketua Hendra Halomoan SH.MH, anggota Andi Wiliam SH. Dan Tyas Lastiani, SH MH, jaksa Penuntut Umum (JPU) Reni Ertalina SH dan penasehat hukum terdakwa Nuri Hartoyo SH MH membuka sidang terbuka untuk umum, Rabu( 5/2/2020).

Dalam persidangan tersebut masih seputar mendengarkan keterangan para saksi-saksi dari pemerintah dalam. Hal ini Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) Lalan.Mangsang Mendis. Namun dalam persidangan ini akan dilanjutkan pada Rabu mendatang (12/2/2020).

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum(JPU), Reni Ertalina SH saat dimintai komentarnya mengatakan, bahwa langsung konfirmasi dengan juru bicara kejaksaan kasi intel. Namun kasi intel saat dihubungi melalu handphone WhastAap, belum ada jawaban.

Terpisah, Penasehat hukum terdakwa Nuri Hartoyo SH MH saat disambangi dikantornya berdasarkan Keberatan Keterangan saksi dari KPH. Yang menerangkan Bahwa kejadian karhutlah dibebankan kepada PT HBL semata. Sebab, PT HBL melakukan kerja sama dengan pemerintah dalam hal ini diwakilkan pihak KPH. “Seharusnya. Pihak KPH melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan, bila dianggap telah melalaikan kewajiban terhadap perjanjian kepada pihak yang telah melakukan MoU tersebut,” tegasnya.

Kemudian pertanggung jawabapan pidananya hanya 1 orang. Dalam kapasitas direktur operasional. “Dimana pengurus yang lainnya,” tanya Nuri. (Heri)