Pengancam Kades Diserahkan ke Kejari Lubuklinggau

Fajar Sugianto (31), warga Desa Tebing Tinggi ditahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Kamis (20/2/2020).

SILAMPARI ONLINE,

MURATARA– Fajar Sugianto (31), warga Desa Tebing Tinggi ditahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Kamis (20/2/2020). Setelah berkas perkara pengancaman dinyatakan lengkap (P21) dan diserahkan ke Kejari Lubuklinggau.

Bacaan Lainnya

“Tersangka Fajar Sugianto beserta berkas perkaranya sudah dilimpahkan,” kata Kajari Lubuklinggau Zairida melalui Kasi Pidum Faiq Sofa.

Perbuatan tersangka Fajar Sugianto dilakukan terhadap korbannya Hendri Fransisko (41) warga yang sama. Kala itu, Minggu 20 Oktober 2019 lalu, sekira jam 09.00 WIB di Desa Tebing Tinggi, tersangka yang menanyakan nama-nama Team Pengurus sengketa lahan 1400 Milik SAD yang menerima gaji Kepada Kepala Desa Tebing Tinggi emosi saat mendengar nama korban hingga mengeluarkan pisau yang dislipkan dipinggannya.

Sebelumnya, Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto S.I.K melalui Kapolsek Nibung IPTU Denhar mengungkapkan, memang benar jajaranya Polsek Nibung telah melimpahkan kasus tindak pidana pengancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 KUHP berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B – 42 / X / 2019 / Sumsel / Res Muratara / Sek. Nibung tanggal 20 Oktober 2019 ke JPU Kejaksaan Negeri Lubuklinggau uuntuk proses lebih lanjut, karena tersangka ditingkat penyidikan polsek nibung tidak dilakukan penahanan.
Dijelaskannya, bahwa peristiwa tersebut telah terjadi pada Oktober 2019 lalu, dimana pengacaman yang dilakukan tersangka kepada korbannya bermula ketika tersangka menanyakan nama-nama team pengurus sengketa lahan 1400 Milik SAD kepada Kades Tebing Tinggi “siapo bae yang nerimo gaji team pak kades” ujar tersangka saat bertanya yang selanjutnya dijawab oleh Kades sambil menyuruh tersangka membaca sendiri SK yang dikeluarkan Bupati Muratara untuk nama-nama team pengurus lahan 1.400 ha desa Tebing Tinggi.

Saat mendengar nama korban yang juga menerima gaji tersangka langsung emosi dan mengancam akan membunuh korban dengan menggunakan pisau yang dikeluarkan dari pinggangnya, pada saat kejadian korbanpun yang ada di sana langsung berlari untuk menghindar,” karena tersangka ditingkat penyidikan polsek nibung tidak dilakukan penahanan. Selanjutnya dengan dasar Surat P21 nomor : 246 / L. 6.11 / Eoh. 1 / 01 / 2020. Tertanggal 30 januari 2020 tentang pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana atas nama Fajar Sugianto bin Dining dinyatakan sudah lengkap, selanjutnya menyerahkan pelipahan tugas dan tanggung jawab tersangka ketahap II ke JPU Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, jelasnya.

“Bersama barang bukti (BB) tersangka Fajar Sugianto yang melanggar pasal 335 ayat 1 ke 1 KUHP, telah dilakukan penahanam oleh JPU Kejaksaan Negeri Lubuklinggau dan semua berjalan dengan aman dan lancar,” ungkapnya. (AkaZz)