Pengemudi Mobil Angkut Dirijen Terancam Penjara 6 Tahun

Kasat Lantas Polres Lubuklinggau AKP Imanuhadi didampingi Kanit Laka Ipda Jemmy Gumayel

SILAMPARI ONLINE

Lubuklinggau – Sempat hebohkan warga di Kelurahan Siring Agung Kota Lubuklinggau dan sekitarnya, Mobil Carry membawa dirijen minyak yang diduga terlibat kecelakaan lalu lintas diamankan di Polres Lubuklinggau.

Muat Lebih

Hal ini disampaikan, Kasat Lantas AKP Imanuhadi melalui Kanit Laka Ipda Jemmy Gumayel, dalam keterangan Persnya Kanit Laka menyampaikan bahwa benar terdapat kecelakaan yang melibatkan Mobil Carry BD 1244 LG membawa dirijen kosong, dengan Sepeda Motor Honda Beat warna hitam tanpa dilengkapi TNKB, yang berakibat Pengendara Sepeda Motor Honda Beat yaitu DAMAR (19 tahun) dinyatakan Meninggal Dunia oleh Pihak RS. Siti Aisyah Kota Lubuklinggau (05/09/2019).

“Kami dari Satuan Lalu Lintas Polres Lubuklinggau, khususnya unit penanganan laka lantas dibantu jajaran Polsek Lubuklinggau Selatan dari semalam (05/09/2019) telah melakukan serangkaian tindakan Kepolisian, baik itu proses penanganan TKP, olah TKP, penyelidikan, evakuasi korban dan barang bukti sampai ke tahapan proses penyidikan” ujarnya.

Dilanjutkan Kanit Laka yang memimpin langsung proses penanganan kecelakaan lalu lintas tersebut, bahwa setelah melakukan pemeriksaan maraton terhadap Pengemudi Mobil Carry BD 1244 LG inisial ASS (22 tahun) warga Lubuk Tanjung Kota Lubuklinggau, beberapa saksi di TKP dan Pemilik Mobil Carry BD 1244 LG. “karena sudah terpenuhinya alat bukti yang cukup terkait kasus laka ini, petunjuk yang terang, maka hari ini (06/09/2019) terhadap Saudara ASS sudah kami tetapkan sebagai Tersangka dan diamankan di Polres Lubuklinggau” ujarnya.

Terkait kronologis kejadian, yang sudah ada beberapa Pihak media yang melakukan investigasi di TKP, Kanit menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus laka lantas. “saat itu Mobil Carry BD 1244 LG yang dikemudikan ASS melaju dari arah jalan kenanga II melintasi Kelurahan Siring Agung menuju kearah Simpang 3 Rumah Makan Mang Engking, setiba di TKP, tepatnya di Dam III Kel. Siring agung, ketika hendak mendahului Sepeda Motor yang ada di depannya, terdapat Sepeda Motor Honda Beat yang digunakan oleh Almarhum Damar yang datang dari arah berlawanan, sehingga terjadi tabrakan, selanjutnya Mobil Carry lepas kendali, melaju masuk ke dalam irigasi perairan yang ada di sebelah kirinya, sementara Sepeda Motor Honda Beat jatuh di sebelah kanan jalan,” jelas Kanit.

Kemudian ditambahkan Kasat Lantas bahwa pasal yang diterapkan pada kasus ini yakni lex specialis Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan, perkenaan pasal 310 (1) dan (4) yaitu karena kelalaian Pengemudi menyebabkan kerugian material dan korban meninggal dunia, untuk ancaman pidana paling lama 6 Tahun Penjara dan atau denda paling banyak Rp. 12.000.000,-.

Selanjutnya kasat menyampaikan, “inilah mengapa kami tidak henti-hentinya menindak pelanggaran lalu lintas di jalan, secara tidak sadar masyarakat melakukan pelanggaran lalu lintas di jalan, dapat meyebabkan fatalitas terhadap kecelakaan lalu lintas. Terbukti fakta kasus kecelakaan tersebut, Almarhum Damar Pengendara Sepeda Motor Honda Beat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas tidak menggunakan HELM SNI. Himbauan Kami gunakan selalu Helm SNI sekali lagi HELM SNI, ada maupun tidak ada Polisi di jalan. Karena manfaatnya bukan untuk Kami, tetapi untuk Pengendara itu sendiri” tegas Kasat. (rilis)